Sabtu, 25 Mei 2019

Music Technology Lifestyle

Peristiwa "Jeruk makan Jeruk" Dalam industri Musik Indonesia

Penulis :
Rabu, 13/08/2014 09.00.00 | Dibaca: 1927




Peristiwa "Jeruk makan Jeruk" Dalam industri Musik Indonesia

metrotvnews.com


CompusicianNews.com -Isu Terkini- Kasus tuntut menuntut soal hak cipta lagu antara label rekaman dengan rumah bernyanyi (karaoke) kembali mencuat.

Yang terbaru datang dari perusahaan rekaman Nagaswara dan Harpa Records yang mengadukan Inul Daratista selaku pemilik PT Vizta Pratama, perusahaan yang menaungi tempat karaoke Inul Vizta.

Menanggapi hal ini, pengamat musik Bens Leo angkat bicara.

"Ini terjadi karena tren (industri) musik menurun. Penjualan fisik album (menurun), label dirugikan," ujar Bens dalam jumpa pers di kantor Nagaswara di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2014).

Artis yang tergabung dalam perusahaan rekaman besar termasuk beruntung karena dapat mengajukan gugatan legal jika ada dugaan pelanggaran hak cipta. Berbeda halnya dengan musisi yang menempuh jalur indie label.

"Ini fenomena 'jeruk makan jeruk' (karena melibatkan sesama pelaku industri musik). Ini baru yang ketahuan. Banyak sekali lho artis indie lagunya yang ngetop di YouTube sudah nongol di tempat karaoke. Mereka tidak memiliki (kuasa menuntut) seperti yang dilakukan pak Rahayu (Direktur Utama Nagaswara)," sambung Bens.

Peliknya industri musik membuat perusahaan rekaman harus putar otak untuk kembali menghasilkan uang dari bisnis musik.

"RBT (Ring Back Tone)  sudah turun pamornya. Para artis dan pencipta lagu tidak memiliki income (pendapatan) yang bagus, label juga berjuang. Mudah-mudahan konflik ini tidak berlangsung lama agar 'jeruk makan jeruk' tidak berlangsung lama," harapnya.

Inul Vista dilaporkan Nagaswara dan Harpa Records ke Mabes Polri, 8 Agustus 2014, karena dianggap melanggar Undang-Undang Hak Cipta Pasal 2 Ayat 1, Pasal 72, Pasal 49 Ayat 1 dan UU. No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.

Nagaswara dan Harpa Records menginginkan perusahaan pengelola karaoke memperhatikan royalti terkait mechanical rights, di mana produser dan pencipta lagu mendapat sejumlah kompensasi uang atas penggunaan lagu di tempat karaoke.

Inul sendiri belum memberikan pernyataan terkait kasus tersebut. 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda