Selasa, 20 November 2018

Music Technology Lifestyle

Herry Sutresna: Musik Berarti Kritik

Penulis :
Sabtu, 11/10/2014 08.00.00 | Dibaca: 4769




Herry Sutresna: Musik Berarti Kritik

majalahcobra.com


CompusicianNews.com – Sosial Budaya - “Suara Rakyat Bukan Suara Tuhan” adalah judul mengelitik yang pada pertengahan Agustus 2011 lalu muncul di kolom Soundwaves Rolling Stone Indonesia Online. Artikel tersebut terkesan nyinyir mengulas perihal selera musik masyarakat modern. Penulisnya, Herry Sutresna, personil grup hip-hop asal Bandung yang kini sudah bubar, Homicide.

Herry Sutresna atau yang akrab disapa Ucok, terhitung banyak dikenal di scene musik hip-hop Tanah Air. Pria berdarah Sunda dengan nama panggung Morgue Vanguard tersebut juga cukup diperhitungkan di industri musik Indonesia. Tercatat, album bertajuk Nekrophone Days (2006) masuk 150 album terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia.

Sejak 1994 dikenal sebagai rapper, Ucok pun piawai dalam hal menulis lirik sekaligus beatmaker. Bersama Sarkasz, rekannya di Homicide, Ucok sukses memaksa para pendengar untuk rajin membuka kamus demi memahami lirik-lirik ciptaanya. Grup yang bubar jalan pada 2007 tersebut memang terbilang vokal mengkritisi pemerintah dan politik, baik nasional maupun internasional. Orde Baru, Kapitalisme hingga Neo-liberalisme jadi topik yang tak ada habisnya untuk kemudian dituangkan dalam lirik-lirik lagu.

Ucok dikenal cerdas membuat analogi-analogi yang tak jarang menimbulkan pro kontra, bahkan mengundang kritik pedas dari banyak pihak. Ia pun mengaku sering mendapat masalah akibat adanya pihak-pihak yang merasa didiskreditkan sehubungan dengan lirik ciptaanya. Bahkan ketika pada 2001 Homicide meluncurkan mini album bertajuk “Godzkilla Necronometry”, muncul penolakan akibat lagu berjudul Puritan (Godblessed Fascists) yang berisi kritik pada golongan nasionalis dan agama tertentu.

Tak sekedar aktif bermusik, Ucok disebut-sebut terlibat dalam beberapa organisasi masyarakat yang menaungi hak-hak buruh dan petani. Dukungan terhadap buruh dan petani seringkali juga dituangkan dalam lirik dan tulisan-tulisan yang di posting di blog.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda