Spotify Siap Berkompetisi dengan YouTube dan Netflix Lewat Konten Video

 

Compusiciannews.com -Distribusi- Spotify telah mengumumkan bahwa layanannya akan memperkenalkan konten video pada aplikasi Android-nya yang dijadwalkan akan dilakukan minggu ini, diikuti dengan aplikasi untuk platform iOS pada akhir minggu depan yang akan dilakukan di 4 negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris Raya, Jerman dan Swedia. Konten video baru ini akan tersedia bagi semua pengguna Spotify.

Menurut Shiva Rajaraman, VP bagian produk Spotify berkata bahwa perusahaan selama beberapa bulan yang lalu telah menguji video secara berangsur-angsur pada aplikasinya. Dari semuanya itu, pengembangan awal ini melibatkan kurang dari 10% total pengguna dari 4 negara peluncuran ini. Konten ini terdiri dari beberapa klip pendek, namun beberapa perusahaan dikatakan akan mengembangkan konten orisinilnya secara eksklusif untuk Spotify.

Layanan musik streaming dari Swedia ini sebelunya juga telah mengumumkan rencana untuk memulai mendebut video-video dan podcast di bulan Mei, dengan serentetan penyedia konten baik yang digital maupun yang tradisional, termasuk ESPN, Comedy Central, BBC, Vice Media dan Marker Studios. Namun, meskipun Spotify merencanakan peluncuran awal dari konten video-nya, Rajaraman berkata bahwa  ini adalah bagian dari semua perencanaan.

“Kami berada di penguhujuing perjalanan pengujian,” Kata Rajaraman. “Kami juga berjalan secara efektif seperti yang sudah direncanakan. Tujuan kami secara luas adalah memperoleh konten, eksperimen dan pengujian yang besar.”

Selama 7 bulan yang lalu, Spotify telah belajar bahwa memberikan video yang relevan berdasarkan pada apa yang sering didengarkan orang-orang mendorong orang-orang itu menonton video klip. Spotify juga diketahui telah menawarkan begitu banyak cara bagi penggemar musik untuk menemukan video.

Untuk mempermulus masalah itu, perusahaan berfokus pada mengkategori konten video dan membuat paket pemograman, seperti ‘News of the Week’ atau ‘Laughs at Launch,’ begitu kata Rajaraman.

Meskipun  Spotify memiliki pasar yang kuat dengan user base yang besar di seluruh dunia dan ada sekitar hampir 30 juta pengguna berbayar, merupakan hal yang baru bagi perusahaan dalam hal menawarkan konten video. Namun juga diperlukan waktu bagi Spotify untuk berkompetisi dengan platform lainnya yang mendominasi video web, contohnya Netflix.

Terdapat juga ekspektasi penggunaan yang besar. Spotify saat ini  merupakan aplikasi mendengarkan musik dan salah satunya berjalan di background. Namun, perusahaan saat ini sedang memasuki relikui keramaian dengan platform seperti YouTube, Facebook dan Snapchat.

Rajaraman mengakui bahwa pengguna akan memerlukan beberapa pelatihan konsumer dan menjalankan cara untuk menyesuaikan pengguna-penggunanya kedalam navigasi melalui layanan barunya.

“Secara nyata pengguna utama kami adalah penggemar musik dan mereka sepenuhnya bergantung pada aplikasi,” begitu katanya.

Spotify menawarkan konten video bagi penggunanya sebagai bentuk memperluas audiensnya dan memberikan fasilitas lebih kepada penggunanya dengan aplikasi yang ada.

“Peluncuran ini secara fundamental memberikan penggemar musik apa yang mereka mau,” jelas Rajaraman. “Kami menjalankan monetisasi. Ini pada dasarnya adalah permintaan.”

Lompatan ini merupakan lompatan yang besar bagi Spotify. Fokus mereka pada layanan beragam untuk pengguna mereka dapat menjadi kritikal bagi pertumbuhan dan ekspansi mereka dan juga akan memisahkan dari kompetitor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *