Minggu, 21 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Yovie Widianto, Dibalik Musiknya yang Romantis dan Manis Ada Perjalanan yang Panjang dan Berliku

Penulis :
Rabu, 28/12/2016 09.42.47 | Dibaca: 844




Yovie Widianto, Dibalik Musiknya yang Romantis dan Manis Ada Perjalanan yang Panjang dan Berliku

Beranda.co.id


Siapa tak kenal dengan musisi dan penulis lagu yang terkenal dengan lagu-lagu manisnya di era 90an hingga sekarang. Ya, dialah Yovie Widianto, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 21 Januari 1968, pencetus band-band legendaris yang sangat populer, diantaranya ada Kahitna dan Yovie and the Nuno. Pria yang akrab disapa Yovie ini mengenal dunia musik pertama kali saat dia berusia masih sangat muda, yaitu 6 tahun dan saat itu dia sempat mengambil kursus di salah satu sekolah musik di Bandung.

Dalam sejarah keluarga, besar, tidak hanya Yovie yang memiliki kekentalan bakat bidang musik dimana sepupunya, almarhum Elfa Secioria juga memiliki bakat yang sama di bidang musik dan dia menjadi pendiri dari Elfa Music Studio dan bahkan sekolah musik dengan atas nama almarhum juga didirikan, Elfa Music School yang juga tersebar di beberapa kota besar di Indonesia.

Berkat Alm Elfa Secioria inilah yang membuat karir Yovie semakin menanjak dimana oleh almarhum  sepupunya itu, permainan musik dari Yoive diperkenalkan, mulai dari Oscar Peterson, Chuck Chorea hingga Quincy Jones. Di usia 12 tahun, Yovie bajkan sudah bisa menghasilkan uang sendiri dari bakat bermusiknya. Ketika itu dia laris menjadi pianis jazz dalam sebuah band yang kerap tampil di Hotel Savoy Homann dan beberapa klub musik di kota Bandung. Diva Ruth Sahanaya dan Trie Utami pernah menjadi teman main band-nya saat itu. menginjak usia 18 tahun, Yovie sudah dapat membuat beberapa jingle iklan dan lagu-lagu tematik untuk program-program televisi.

Tahun 1986 adalah masa pertama kalinya Yovie bersentuhan dengan musik bergenre pop setelah dia mendengarkan album dari musisi David Foster yang memiliki melodi sederhana namun kordnya cukup rumit dan berkat musisi asal Inggris itulah dia mengerti bahwa musik pop juga bisa menjadi musik berbobot. Sejak saat itu, ia muali melirik industri musik pop Indonesia dengan patokan karya-karya musik berkualitas dari David Foster dan Quincy Jones. Yovie kemudian memulai kiprahnya di tingkat nasional dengan mengikuti Festival Band Tingkat Nasional di Balai Sidang Jakarta (sekarang : Jakarta Convention Center/JCC).

Di tahun yang sama, tepatnya pada 24 Juni 1986, Yovie Widianto membentuk group musik bernama Kahitna. Usahanya dalam membesarkan Kahitna awalnya tidak berjalan mulus sebab lagu-lagu ciptaannya kerap ditolak oleh sejumlah label rekaman. Namun penolakan itu tidak mengendurkan semangatnya untuk terus berkarya dan semakin termotivasi untuk membuat musik yang bisa diterima oleh masyarakat luas. Titik balik perkembangan karir Yovie dengan Kahitna baru terjadi sekitar tahun 1994 atau 8 tahun setelah band berdiri yang terdiri dari Yovie, Hedy Yunus, Carlo Saba dan Andri. Selengkapnya di E-Magz Edisi Bulan Desember 'Aransemen Musik Era Digital' 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda