Senin, 22 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Workshop Musik Tradisional Korea oleh Gamin dan Jay

Penulis :
Rabu, 26/11/2014 11.05.30 | Dibaca: 2263




Workshop Musik Tradisional Korea oleh Gamin dan Jay

Gamin dan Jay Erie Setiawan


CompusicianNews.com -Sosial Budaya- Yang kita kenal pada umumnya adalah K-Pop, atau K-Drama, semua berbau Korea. Masyarakat kita dibuat “demam” oleh kehadirannya, bahkan cenderung “asing” dengan musik tradisionalnya sendiri. Bagi masyarakat Korea pun sama faktanya, hampir semua yang berbau mainstream dan industri yang lebih digemari, sementara kearifan lokal yang mewarisi nilai sejarah makin lama makin kurang mendapat tempat. Inilah yang sesungguhnya juga terjadi pada musik tradisional Korea.

Tetapi untungnya, ada sebuah lembaga yang masih peduli terhadap krisis sejarah ini, yaitu National Gugak Center (NGC), yang bertempat di Seoul, Korea Selatan. NGC yang sudah ada sejak 1950 konsisten untuk mempromosikan musik tradisional Korea melalui program akademik, studi pribadi, ansambel, penelitian, hingga pertunjukan.

Salah satu figur yang sangat berpengaruh di Korea saat ini adalah Gamin, perempuan cantik yang menguasai berbagai instrumen musik tradisi Korea, seperti Piri, Taepyeogso, dan Saengwhang. Dan publik Yogyakarta tempo hari (24/11) sungguh berbahagia karena kedatangan sosok yang juga pernah menjabat di NGC ini. Selama karirnya, Gamin sudah menyelesaikan tiga album yang semua bertujuan untuk mempromosikan musik tradisional Korea melalui alat musik yang ia bawakan.

Pada kesempatan workshop yang diselenggarakan di Rumah Maiyah, Yogyakarta tersebut Gamin juga menjelaskan keterlibatannya dengan musisi dari genre lain. “Sebagai pemain musik tradisional saya juga sempat berkolaborasi dengan musisi jazz ketika bekerja bersama di New York,” ujarnya. Gamin selama ini sangat terbuka, yaitu dengan dua sayap sekaligus: bermain musik tradisional dan musik kontemporer. Yang menarik adalah, teknik yang ia pakai untuk memainkan bunyi-bunyian “kontemporer” tidak ada sama sekali pada teknik ketika ia memainkan alat musik tradisional. Anda bisa melihat profil Gamin lebih lengkap juga melihat videonya di link berikut ini:  www.gamin-music.com.  

Pada kesempatan workshop ini Gamin tidak sendiri. Ia ditemani Jay Afrisando, seorang saxophonist handal dari Yogyakarta yang kebetulan juga baru saja merampungkan program residensi musik di Korea selama kurang-lebih 5 bulan. Jay juga membagi pengalamannya selama mengikuti program tersebut. Jay memaparkan bahwa ia mendapat banyak pengalaman dari kegiatan tersebut. Selain mendalami musik tradisional Korea, Jay juga beruntung bisa langsung berkolaborasi dengan para musisinya. Pada sesi akhir workshop ini Jay dan Gamin bermain bersama. Jay memainkan saxophone dan Gamin memainkan Piri dengan idiomatik Korea.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda