Kamis, 20 Juni 2019

Music Technology Lifestyle

Viky Sianipar dan Sruti Respati Ramaikan Malam Puncak SIPA 2016 di Benteng Vastenburg Solo

Penulis :
Minggu, 11/09/2016 08.00.00 | Dibaca: 1268




Viky Sianipar dan Sruti Respati Ramaikan Malam Puncak SIPA 2016 di Benteng Vastenburg Solo

compusiciannews.com


Compusiciannews.com -Panggung- Malam puncak Solo International Performing Arts (SIPA) 2016 pada hari Sabtu (10/09) di Benteng Vastenburg Solo diramaikan dengan begitu banyak penampil-penampil yang luar biasa. Dibuka dengan penampilan dari Gondrong Gunarto & Friends yang menyuguhkan karya seni yang berjudul Salju kemudian ada  Elly D. Luthan dari Jakarta dengan karya Latar Jembar dan 2 penampil awal ini sama-sama memberikan pertunjukan teatrikal yang menggabungkan seni suara dan gerak tari.

Musisi berdarah Batak dari Jakarta Viky Sianipar juga ikut meramaikan festival SIPA ini dengan menyuguhkan beberapa lagu-lagu Batak yang 2 diantaranya menjadi nominasi Anugrah Musik Indonesia (AMI) 2016, 2 lagu yang ternominasi yang juga ditampilkan dalam penampilannya adalah Out Boi Nian untuk lagu berbahasa daerah terbaik, lagu ini juga menjadi soundtrack film Toba Dream di tahun 2015, dan lagu kedua adalah Antar Didongkon untuk penata suara terbaik.

Ditemui setelah tampil di panggung SIPA 2016 oleh tim Compusiciannews.com dan rekan-rekan media lain di media center, Viky yang sebelumnya juga tampil di Solo International Ethnic Music atau SIEM ini mengaku baru pertama kali tampil di SIPA dan sebenarnya event ini juga bertabrakan dengan festival Danau Toba yang diadakan pada 9-12 September 2016. Alasan dia memilih tampil di SIPA karena pengalaman baru bagi dia apalagi dia bisa memperkenalkan karya-karyanya yang berbau Batak ke masyarakat Solo.

Menanggapi aksi Presiden RI Joko Widodo untuk Danau Toba, Viky yang asli dari daerah Toba, Sumatra Utara ini mengaku senang tapi juga sedikit khawatir karena mengingat masalah yang ada di Danau Toba ini sudah turun temurun dan belum menemukan titik temu atas klaim dari beberapa kelompok

‘Takutnya Pak Jokowi bosen dengan masalah kompleks yang ada di Danau Toba mengingat banyak sekali pihak yang mengklaim Danau Toba ini, seakan Danau Toba ini perusahaan dengan banyak CEO.” Begitu jelasnya kepada Compusician.

Dan berbicara mengenai industri musik tradisional, dia mengemukakan bahwa musik tradisional memiliki pasar sendiri dan sangat tersegmentasi dengan daerah jadi kalau mau masuk industri nasional, pastinya harus ada aransemen-aransemen yang membuat musik itu lebih menarik.

Kolaborasi lintas benua kembali disuguhkan dan masih dengan Peni Candra Rini yang tampil bersama beberapa musisi, seperti diantaranya Philip Graulty, Rodrigo Parejo, Neil Chua dan Blessing Chimangga. Setelah itu ada penampilan dari Gangsadewa dari Yogyakarta dan ditutup dengan penampilan keronconcong dari Sruti Respati yang merupakan pesinden asal kota Solo senidiri dan Indro Harjodikoro, membawakan segala jenis lagu dengan alunan melodi keroncong, lagu yang dinyanyikan 2 diataranya adalah Cublak-Cublak Suweng dan I Feel Good

Acara penutupan dilakukan oleh semua pihak terkait dan pejabat dan diikuti dengan alunan lagu ‘Rumah Kita’ dengan pesan bahwa lewat pertunjukan seni ini diharapkan masyarakat Indonesia khususnya Solo lebih dapat memberikan apreasiasinya seni, khususnya seni lokal Indonesia.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda