Minggu, 21 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Steinberg VST Connect, Mengkolaborasikan Para Sound Engineers Di Seluruh Dunia

Penulis :
Minggu, 29/03/2015 09.00.00 | Dibaca: 2115




Steinberg VST Connect, Mengkolaborasikan Para Sound Engineers Di Seluruh Dunia

www.synthtopia.com


Compusiciannews.com -Produksi- Steinberg VST Connect Pro merupakan solusi remote recording yang lengkap yang memungkinkan anda untuk berkolaborasi dengan berbagai musisi dengan bantuan koneksi internet dan juga komputer dimanapun berada. Data enkripsi, rekaman multi-track, live video chat, audio stream protection dan dukungan MIDI membuat jarak georafis tidak menjadi halangan untuk aliran produksi studio.

Fitur-fitur kuncinya:

  • Berkolaborasi dengan musisi lain diseluruh dunia
  • Solusi Peer-to-peer dengan contoh sinkron yang akurat.
  • Dukungan MIDI untuk mengirim dan menerima data MIDI ke perangkat rekaman anda.
  • Multi-channel Support untuk mengendalikan rekaman hingga 1 channel
  • Audio support hingga 192 kHz
  • Cue Mix Section untuk lingkungan rekaman yang optimal
  • LAN Support untuk koneksi jaringan local anda
  • VST 3 Support untuk proses rekaman instrumen VST via koneksi peer –to-peer
  • Free download client-side application dengan remot kontrol yang full dari setiap pengaturan session melalui session administrator

VST Connect Pro menjadikan jarak bukan suatu penghalang dari kinerja dari studio production ini. Mereka audio dan MIDI via koneksi peer-to-peer dalam kualitas pro dan menghubungkan secara langsung dengan musisi dan produser musik lain via live video streaming. VST Connect memiliki power untuk merevolusi cara musisi dan produser berinteraksi dengan internet.

Dengan transfer audio file yang terenkripsi dan multi-track support, VST Connect Pro menawarkan remote berlevel studio yang melakukan proses rekaman dari internet dan LAN yang secure atau aman, nyaman dan kreatif. Mempertemukan anda dengan partner anda face-to-face menggunakan live video stream  dan masing-masing dibutuhkan webcam yang terhubung di masing-masing platform.

Karena perangkat ini bersifat kolaboratif dimana para engineer dapat dipertemukan, maka diperlukan koneksi internet yang tinggi pula. Seorang sound engineer Indonesia menulis di kompasiana dimana dia menceritakan pengalamannya saat bekerja di Malaysia,  dia berkata bahwa kecepatan internet di Malaysia cukup tinggi, sekitar 20 Mbps. Proses produksi suara yang di tanah air dapat berjalan selama 2 hari, di Malaysia mampu selesai 2 dalam waktu 2 menit saja.

Menurut data riset dari Akamai, Indonesia sendiri merupakan negara dengan kecepatan internet terendah dengan peringkat 99 diantara  negara-negara asia pasifik dengan besar kecepatannya 12,8 Mbps, dengan jumlah besar tersebut, posisi Indonesia ini masih dibawah Malaysia dan Phiipines. Seharusnya pemerintah perlu memikirkan untuk meningkatkan kecepatan internet untuk memperlancar proses produksi  suara dan juga kegiatan produksi lainnya yang bergerak di dunia maya, seperti media masa online dimana para jurnalis didalamnya mencari sumber-sumber lewat internet juga.

Setidaknya diperlukan kecepatan seperti di Malaysia untuk dapat menjalankan perangkat ini sehingga komunikasi video streaming-nya dapat berjalan dengan lancar. Kenyataannya saja, bagi para pengguna skype saat ini masih belum bisa untuk dapat berkomunikasi via video streaming dengan lancar, masih terlihat patah-patah dan suaranya tidak terdengar dengan jelas.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda