Selasa, 23 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Seminar Mencari Jalan Komposisi Musik di Indonesia

Penulis :
Senin, 23/03/2015 09.00.34 | Dibaca: 3321




Seminar Mencari Jalan Komposisi Musik di Indonesia

Seminar Musik


Compusiciannews.com -Pendidikan- Jumat (20/3) diselenggarakan sebuah seminar musik dengan topik seperti judul di atas. Seminar yang bertempat di Ruang Driyarkara Lt. Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta tersebut menghadirkan dua narasumber yang juga akademisi dan pelaku seni/komponis. Pertama, Royke Bobby Koapaha, saat ini dosen di Jurusan Musik, ISI Yogyakarta, dan kedua, Bayu Citra Raharja, mahasiswa S2 di Program Ilmu Religi Budaya Universitas Sanata Dharma. Keduanya menyajikan makalah yang kurang lebih berisi refleksi atas pengalaman masing-masing di bidang komposisi musik.

Menurut pandangan Royke, fakta penciptaan musik di Indonesia saat ini masih perlu dikritisi lebih jauh. Ia memaparkan: “Selama ini sepertinya kegiatan berkarya para komponis di Indonesia—termasuk penulis—lebih semata-mata bekerja di atas pengetahuan yang telah di miliki saja. Hal ini tercermin dari diskusi-diskusi secara serius maupun yang ringan-ringan, seperti sinopsis karya, tulisan tentang karya/komposisi, yang cenderung berputar-putar pada wilayah aplikasi secara umum saja. Kalaupun ada kebaruan, maka kebaruan hanya terjadi pada varian-variannya saja, dan seringkali tanpa argumentasi yang kuat, khususnya dalam ranah akademis. Kondisi proses penciptaan musik di Indonesia mirip seperti yang dilakukan para komponis dari zaman Barok dan Klasik. Hemat penulis, hal ini perlu dikritisi, khususnya bagi komponis yang berlatar-belakang akademis.”

Karena alasan itu, Royke, menawarkan sebuah tesis baru. Seperti yang tertuang dalam makalah yang ia sajikan, berjudul “Sonare Tahunduman: Antologi Karya-karya Berdasarkan Modus Sintesis dan Konsep Progresi Akor Baru”, adalah sebuah refleksi akademis yang mencoba mengetengahkan penemuan dalam hal teknik komposisi musik yang dibuat sendiri olehnya. Gagasan penciptaan ini didasari oleh pengalaman Royke yang panjang dalam hal penciptaan komposisi musik. Dan Royke sendiri adalah seorang komponis dan juga pemain musik multi-disiplin. Royke masih bermain gitar klasik, dan ia juga ngeband seperti layaknya anak muda sekarang. Pengalamannya yang cukup lengkap ini makin membuka cakrawala pengamatan, pandangan, hingga ke aspek teknis.

Sementara Bayu Citra Raharja lebih merefleksikan pengalaman pribadinya dalam proses kreatif, seperti metode/cara kerja, beberapa falsafah, dan pandangan reflektif yang dilemparkan kepada yang hadir.

Seminar yang diikuti oleh lebih sekitar seratusan peserta ini memberi dampak baik, khususnya bagi pengayaan bidang musikologi dan komposisi musik, yang kenyataannya pada masa kini sangat minim pengetahuannya. Sangat berguna khususnya bagi para mahasiswa atau yang tengah menekuni dunia komposisi musik.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda