Jumat, 19 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Saxophone 3D Dari Nylon Karya Olaf Diegel, Profesor Di Lund University

Penulis :
Rabu, 06/08/2014 15.12.32 | Dibaca: 3181




Saxophone 3D Dari Nylon Karya Olaf Diegel, Profesor Di Lund University

gizmag.com


CompusicianNews.com –Instrumen- Saat menghadiri Euromold 2013 di Frankfurt, Jerman pada Desember tahun lalu dengan penampilan band yang menggunakan instrumen 3D, Olaf Diegel ditantang oleh ketua sistem 3D, Avi Reicental. Olaf yang merupakan professor pengembangan produk di Lund University, Swedia diberikan tugas menciptakan saxophone yang berfungsi dalam cetak 3 dimensi. Prototype ODD pertama dinyatakan minggu lalu dalam video pertunjukan singkat yang nanti dapat anda lihat.

Untuk tambahan baru pada band  3D-printed, Olaf menggunakan alto sax tradisional sebagai template desain untuk mencocokan beragam kunci space dan mekanisme. Dia yang dulu pernah bekerja di CAD Software SolidWorks untuk menghasilkan file STL yang dibutuhkan untuk mencetak blower nylon pada Selective Laser Sintering (SLS) Printer. Proses ini menghabiskan sekitar 6  bulan dikarenakan pemindahan dari Selandia Baru ke Swedia dan projek lain yang harus dia perhatikan dan projek prototype yang harus  dibuat hingga 41 komponen, tapi belum termasuk katup-katup (springs) dan kunci katupnya (screw)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Yang pertama ini tidak dicetak dari analisis sax ku sendiri, tapi berdasarkan ukuran, dan mekanisme/linkage dari sax tradisional,” dia berkata.

Diegel secara manual menginstal semua dari metal spring untuk semua kunci untuk prototype saat ini, tapi dikatakan iterasi berikutnya akan menyertakan spring sebagai kunci langsung, seperti mengintegrasi pad dalam kunci-kunci itu.

“Pada Saxophone konvensional, kebanyakan katup-katupnya hanya sedikit kabel katup yang dipalu kedalam logam tegak yang ada pada saxophone, dan kemudian dibengkokkan untuk menyediakan jumlah tensi untuk masing-masing kunci,” Kata Olaf. “Tapi saat saya mencoba hal yang sama pada tegak yang terbuat dari plastik, tidak ada pegangan yang cukup kuat sehingga katup-katupnya berputar sendiri ke posisi yang tidak pas. Maka dari itu saya ingin mengintegrasikatup secara langsung kedalam kunci notasi.”

Pertemuan inisial dari prototype ini dikatakan telah menghabiskan beberapa hari tapi hanya notasi single saja yang dihasilkan setelah kemudian dia menghabiskan beberapa minggu mengerjakan kunci-kunci notasi yang saling mempengaruhi dan tidak tertutup dengan baik. Saxophone 3D yang sudah jadi ini memiliki berat 575 gram yang dikatakan kurang dari seperempat berat instrumen tradisional.

Berikut ini ada video demo bagaimana saxophone yang terbuat dari Nylon ini dapat dimainkan:

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda