Minggu, 26 Mei 2019

Music Technology Lifestyle

SIPA 2016 Kembali Suguhkan Musik dan Tari dari Berbagai Belahan Dunia (Part 2)

Penulis :
Selasa, 06/09/2016 16.00.44 | Dibaca: 1428




SIPA 2016 Kembali Suguhkan Musik dan Tari dari Berbagai Belahan Dunia (Part 2)

compusiciannews.com


Compusiciannews.com -Panggung- Jumpa Pers SIPA 2016 diadakan pada Selasa (06/09) di Double Decker Solo Baru Sukoharjo menghadirkan beberapa narasumber seperti Dra Eny T. Susana selaku ketua dari Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kota Surakarta, Dra RA. Irawati Kusumoasri, M.Sn Selaku Direktur SIPA dan pemilik sebuah sanggar seni Semarang Candra Kirana Art Center, dan juga beberapa perwakilan dari penampil, seperti Peni Chandra Rini, Philip Gaultry, Park Na Hoon dan Rodrego Parejo.

Pada kesempatan itu, Peni yang ditemui oleh tim Compusician bersama rekan-rekan media lain menuturkan bahwa penampilannya nanti di SIPA 2016 akan didukung sepenuhnya oleh Pendopo Sentana Art yang ada di area Grogol. Dengan dukungan instrumen gamelan dan set drum, dia akan menyuguhkan bunyi-bunyian yang belum pernah didengar sebelumnya dan di malam kedua, dia akan melakukan kolaborasi dengan Philip Gaultry, rekan musisi yang dia temui saat mengeyam pendidikan di Los Angeles.

Di kesempatan yang sama, Philip Gaultry yang mengaku pertama kali tampil di kota Solo ini menjelaskan bahwa dia akan menampilkan karya gitar elektrik dan dipadukan oleh budaya tradisional Afrika, tepatnya dari Zimbawe. Ketertarikannya dalam musik tradisional dari belahan dunia, termasuk gamelan Jawa diawali dari sebuah pemahaman bahwa musik adalah jembatan universal untuk memahami sebuah budaya dan SIPA dia akui memiliki filosifi itu dan dia akui persiapan untuk SIPA ini dia lakukan sekitar 1 bulanan karena pertunjukan seni seperti ini bukanlah hal yang baru bagi dia.

Ditemui oleh Tim Compusician, Park Na Hoon koreaografer asal Korea Selatan, peraih penghargaan Critic’s Choice of Young Choreographer 2004 dan beberapa  penghargaan lain mengatakan akan menyuguhkan 2 karya seni tari di pagelaran SIPA nanti, yaitu 3 Airs yang terpilih menjadi karya unggulan di ajang serupa di Performing Arts Market Seoul dan akhir-akhir ini juga ditampilkan di beberapa negara seperti China, Jepang, dan Singapore. Karya kedua yang ditampilkan adalah 2 Doors yang menceritakan mengenai umat manusia secara universal. Tampil pertama kali di event SIPA ini membuat dia sangat senang dan dia akui iklim yang berbeda tidak begitu mempengaruhinya

“Saya suka Indonesia, khususnya makanannya dan cuaca bagi saya tidak begitu masalah yang penting nanti para audiens bisa menikmati acara dan yang pasti semoga tidak hujan.” Begitu ungkapnya kepada tim Compusician.

Satu lagi perwakilan internasional, yaitu Rodrigo Parejo dari Spanyol. Dia mengaku pernah tinggal di Solo beberapa tahun yang lalu ini akan menampilkan pertunjukan kolaborasi dengan musisi-musisi lokal, beberapa diantaranya adalah kolaborasi dengan Peni Chandra Rini dan Budi Santosa.

Dra. Eny T. Susana menambahkan bahwa acara ini bukan milik satu atau dua organisasi saja namun milik kota Solo secara keseluruhan jadi beliau menghimbau semua warga Solo ikut mempromosikan acara ini. Seperti pada pagelaran sebelumnya, SIPA tidak hanya untuk mereka yang mampu membeli tiket/undangan namun masyarakat umum bisa ikut menyaksikan dengan melalui pintu timur Benteng Vastenburg dan pihak penyelenggara akan menyediakan kurang lebih 5.000 kursi. Dan untuk mengantisipasi cuaca yang hingga bulan September ini masih terjadi hujan, Dra. RA. Irawati Kusumoasri M.Sn menghimbau masyarakat untuk bisa membawa payung atau jas hujan dan juga sama-sama berdoa semoga cuaca bisa bersahabat selama pagelaran berlangsung

SIPA 2016 dengan tema ‘Mahaswara’ ini juga didukung oleh beberapa pihak, baik swasta maupun negeri, diantaranya adalah Wonderful Indonesia, Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif), Pertamina dan Pemerintah Kota Surakarta beserta beberapa sponsor dan media partner.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda