Kamis, 20 Juni 2019

Music Technology Lifestyle

SIPA 2016 Kembali Suguhkan Musik dan Tari dari Berbagai Belahan Dunia (Part 1)

Penulis :
Selasa, 06/09/2016 15.10.59 | Dibaca: 1351




SIPA 2016 Kembali Suguhkan Musik dan Tari dari Berbagai Belahan Dunia (Part 1)

compusiciannews.com


Compusiciannews.com -Panggung- Dalam persiapan menuju SIPA 2016 atau Solo International Performing Art, sebuah ajang pementasan karya seni tari dan musik berskala internasional yang tahun ini kembali diadakan pada 8 – 10 September 2016 di Benteng Vasternburg Gladag dengan tema “Mahaswara,” pihak panitia penyelenggaraan SIPA mengadakan jumpa pers di Double Decker Solo Baru, Sukoharjo pada Selasa (06/09) jam 10.45 WIB.

Dalam acara jumpa pers ini hadir Direktur dari SIPA dan pemilik sanggar seni Semarak Candra Kirana Art Center, Dra. RA. Irawati Kusumoasri., M.Sn, Dra. Eny T. Susana selaku ketua dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Amrizal selaku Ketua Koordinator venue SIPA 2016, dan beberapa perwakilan dari performer, seperti Peni Chandra Rini, seorang dosen ISI Surakarta dan juga icon dari penyelanggaraan SIPA 2016, kemudian ada Park Na Hoon, yang mewakili para performer delegasi Korea Selatan, Rodrigo Parejo, performer dari Spanyol dan Philip Graulty, penampil dari Amerika Serikat.

Dalam jumpa pers, Dra Eny T. Susana menjelaskan bahwa penyelanggaran SIPA yang sudah memasuki tahun ke-8 ini berbeda dimana di event-event sebelumnya, penyelenggaran SIPA secara komposisi terdiri 60% tari-tarian dan 40%-nya musik namun di tahun ini, pihak penyelenggara akan menyuguhkan 60% musik dan 40%-nya tari-tarian, hal ini dilakukan dengan tujuan daya tarik bagi masyarakat kota Solo dan para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Ibu Eny juga menjelaskan bahwa target pengunjung bisa mencapai 10.000 setiap malamnya dengan menargetkan 50% pengunjung adalah wisatawan, baik dalam dan luar negri.

Dijelaskan oleh ketua dari SIPA, Dra. RA. Irawati Kusumoasri bahwa penyelenggaraan SIPA tahun ini akan dihadiri oleh 300 pelaku seni dari dalam dan luar negeri, serta melibatkan musisi ibu kota, Seperti Dewa Budjana, Viki Sianipar, Maya Hasan, Sruti Respati dan Duo Ubit. Peni Chandra Rini, selaku ikon SIPA 2016 dan dosen tembang Jawa di ISI (Institut Seni Indonesia) Surakarta dan komposer karawitan akan tampil berturut-turut, mulai dari pembukaan hingga penutupan dan dia akan berkolaborasi dengan 7 musisi internasional, salah satunya bersama Philip Gaultry di malam kedua SIPA.

Ditemui oleh rekan-rekan media, termasuk Compusiciannews.com, setelah jumpa pers di Double Decker, wanita kelahiran Tulung Agung, Jawa Timur, 22 Agustus itu mengatakan bahwa terpilihnya menjadi ikon SIPA 2016 membuat dia berusaha untuk dikenal oleh masyarakat Solo karena memang selama ini dia lebih banyak dikenal di panggung internasional yang dia akui karena kondisi dan situasi dimana saat itu dia mengenyam studi di Los Angeles, Amerika Serikat di tahun 2011 membuat dia banyak tampil di panggung-panggung pertunjukan di Amerika Serikat dan Eropa.

Namun eksistensinya di panggung internasional membuat wanita yang juga ambil bagian di soundtrack film Laskar Pelangi ini bisa bertemu dengan partner-partner yang luar biasa, salah satunya adalah Philip Gaultry. Bersambung di bagian kedua

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda