Selasa, 21 Mei 2019

Music Technology Lifestyle

Pop Danthology, Teknik Mash-up Yang Artistik

Penulis :
Kamis, 17/07/2014 16.30.08 | Dibaca: 7439




Pop Danthology, Teknik Mash-up Yang Artistik

giftofocpd.com


CompusicianNews.com –Sosok- Daniel Kim, seorang musisi Kanada berdarah Asia telah membuat sebuah maha karya “mash-up” yaitu teknik menggabungkan beberapa video klip. Karyanya ini dikenal sebagai “Pop Danthology”. Tahun lalu saja ia sudah me-mash-up sekitar 68 video klip dan berikut ini adalah proses  pembuatan  dari “Pop Danthology “ itu sendiri.

Projek ini telah ia mulai sejak tahun 2012, dan sejak saat itu ia konsisten membuat karyanya setiap setahun sekali dengan menggabungkan vide-video yang nge-hit di tahun yang bersangkutan. Dia mengaku, proses ini bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan dengan cepat. Teknik mash-up ini seperti bermain puzzle yang besar dan tidak semua video yang terkumpul itu cocok. Proses keseluruhan ini menghabiskan waktu sekitar 3 bulan dalam proses pembuatannya.

Untuk bulan pertama yaitu mengumpulkan data-data yang ia sebut sebagai ‘ingredients’ atau bahan-bahan dasar, seperti : vocal, instrumental, video klip, dll, dalam pencarian ‘ingredients,nya itu di internet, dia menggunakan sensitivitasnya dalam bermusik untuk membandingkan semua versi yang berbeda dari kumpulan puzzle. Jika bagian audio tidak berkualitas bagus, dia akan membuat sound sendiri dengan menggunakan teknik pembuatan audio dengan salah satu aplikasi DAW (Digital Audio Workstation), Logic Pro. Dan terakhir, dia akan menyusun list yang merupakan bagian yang terbaik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bulan kedua, dia akan memulai merencanakan cara untuk mencocokannya bersama-sama. Bagian Audio harus dalam key yang sama dan dalam tempo yang teratur untuk dicocokan bersama. Tapi tidak se-simple yang seperti proses memanipulasi secara digital dimana semua track ada dalam satu tempo dan key (meskipun banyak artis mash-up melakukan teknis ini) jika bagian vocal disumbangkan lebih dari 1 semi-tone dari key aslinya, vokalisnya tidak akan lagi terdengar layaknya suara manusia dan akan terdengar seperti suara chipmunk atau King Xerxes di film “300”. Tempo instrumentalnya tidak dapat diubah terlalu banyak. Tujuannya untuk menemukan key yang sempurna. Dalam hal ini, ia menggunakan key chart.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dan bulan ketiga, dia dapat memulai proses mash-upnya. Bagian ini adalah yang paling ia favoritkan, secara dia adalah artis mash-up. Dalam proses ini, dia harus menyesuaikan volume dan EQ dari kira-kira 150 bagian audio individu. Dalam prosesnya juga dia sempat sedikit kesal dengan suara yang masih berantakan , dan pengalamannya dia alami saat memasukan video klip Rihana yang berjudul “Shine bright like a diamond” dalam perulangan yang terus menerus. Berikut ini adalah hasil proses mash-up-nya, semoga anda dapat menikmati:

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda