Senin, 22 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Musik dan Otak; Musik Berpengaruh Dalam Kinerja Otak

Penulis :
Senin, 16/02/2015 10.00.55 | Dibaca: 1987




Musik dan Otak; Musik Berpengaruh Dalam Kinerja Otak

compusiciannews


Compusiciannews.com -Sains- Berkat smartphone, pasar musik dari iTunes dan Amazon dan popularitas aplikasi musik seperti Pandora dan Spotify seakan memuncak karena banyak orang menghubungkannya ke smartphone dan gandet elektronik mereka setiap hari mesik dalam keadaan bekerja, saat istirahat atau bahkan saat berjalan. Apakah anda bernah membayangkan bagaimana stream audio yang konstan berdampak pada otak kita.

Mendengarkan musik yang secara essential didalam musik terdapat suara dan ritme adalah salah satu kegiatan paling primitive sepanjang sejarah ras manusia yang ada di bumi. Kebiasaan ini sudah terbentuk dalam setiap budaya di seluruh dunia dan dari waktu ke waktu. Respon neorologis yang dihasilkan oleh musik dalam otak telah didokumentasikan dengan baik. Awal tahun ini, peneliti di McGill University di Montreal memastikan bahwa musik meningkatkan kegiatan dalam bagian nukleaus akumben yang ada dalam otak, struktur yang sama yang merilis dopamine, neurochemical yang terasosiasi dengan kesenangan dan hadiah. Musik juga mengaktifkan amygdala yang secara partial bertanggung jawab untuk kegiatan kompleks seperti memproses emosi.

“Saat kami mendengarkan musik, area yang paling depan pada otak menghubungkan atau mengikat ke hal yang paling kuno,” kata Valorie Salimpoor, neurology yang dulunya adalah anggota tim dari McGill research untuk artikel TIME. “Pendengar tidak hanya merasa senang tapi juga dapat merasakan stimulasi emosional dan intelektual juga”

Musik juga memiliki kemampuan untuk mengumpulkan orang bersama, berkat persamaan bagaimana suatu otak memprosesnya. Studi menunjukan dalam jurnal eropa mengenai neuroscience di bulan Mei 2013 ditemukan bahwa setiap orang yang sering atau tidak mendengar sebuah lagu atau musik, otaknya akan bersinkron sama saat mereka mendengarkan tune yang sama mekipun setiap orang punya selera musik yang berbeda. Hal ini menunjukan bahwa musik memiliki daya untuk menciptakan pengalam yang sama pada level neurologis, apapun selera atau anggapan seseorang saat ini.

Selebihnya, ada bagian dalam otak yang secara tidak langsung terlibat dalam pemrosesan suara yang saat itu sedang didengarkan, termasuk area yang berhubungan dengan pegerakan, atensi, perencanaan dan memori. Hal ini menunjukan bahwa mendengarkan musik dapat menciptakan pengalaman yang lebih luas, mahal dan kompleks. Ini juga dapat menjelaskan kenapa kita meraksakan hubungan dengan yang lain melalui musik dan lagu meskipun kita sedang berada di konser dengan ribuan orang asing disekitar kita.

Apakah terdapat hal stimulasi musical yang terlalu banyak atau terlalu banyak hal yang baik khususnya sekarang kita memiliki persedian musik yang tak terbatas di kantong kita? Perlu dicermati bahwa terhung dengan headphone setiap hari, sepanjang waktu juga dapat berdampak negative , salah satunya anda akan kurang kesadaran dengan orang atau hal-hal disekitar anda yang juga dapat mebahayakan keslamatan anda. Dan juga bukan suatu ide baik saat mendengarkan musik saat dijalan pada waktu sudah sangat malam. Hal yang kedua, mendengarkan lagu dengan headphone saat di kantor dapat juga berimbas pada hubungan sosial anda dengan rekan kerja di kantor karena mendengarkan lagu via headphone seakan-akan mencegah rekan kita untuk dapat berkomunikasi dengan kita.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda