Kamis, 20 Juni 2019

Music Technology Lifestyle

Musik Dangdut Koplo Dipakai Sebagai Metode Terapi Pemulihan di RSJ Kentingan Solo

Penulis :
Jumat, 10/04/2015 11.57.43 | Dibaca: 6295




Musik Dangdut Koplo Dipakai Sebagai Metode Terapi Pemulihan di RSJ Kentingan Solo

thithaemka.blogspot.com


Compusiciannews.com -Sains- Dangdut adalah genre musik yang merupakan perpaduan dari seni musik Melayu, Hindustan (India) dan Arab yang memiliki cirri khas dengan tabuhan gendang dan dentuman tabla (semacam perkusi khas India) dan sekilas didengar musik dangdut ini sangat dipengaruhi dengan budaya India. Selain ciri khas musik, musik dangdut ini juga memiliki keterkaitan dengan goyangan yang sedikit menggoda dan biasanya dilakukan oleh penyanyi dangdut wanita, seperti penyanyi Inul Daratista yang dulu terkenal dengan goyangan ngebornya dan beberapa penyanyi-penyanyi dangdut wanita lain, dari goyangan patah-patah ala Anisa Bahar hingga goyang gergaji ala Dewi Persik.

Hal ini membuat dangdut sangat diminati oleh semua kalangan, khususnya (maaf kata) mereka yang berasal dari daerah pedesaan, maka tak bisa dipungkiri bahwa dangdut merupakan musik rakyat Indonesia. Musik dangdut sendiri juga memiliki subgenre, ada dangdut pop, dan ada juga dangdut rock, dan sekarang ini yang lagi digandrungi oleh masyarakat adalah dangdut koplo.

Dangdut koplo sendiri adalah salah satu genre musik dangdut yang memiliki ciri khas pada komposisi ritme musiknya dan biasanya dari segi beat dan tempo, dangdut koplo ini lebih cepat dibanding dengan lagu dangdut konvensional. Contoh-contoh lagu Dangdut Koplo yang saat ini sedang populer, yaitu seperti: Iwak Peyek, Oplosan, Berondong Tua, dan masih banyal lagi. Dan seperti pada dangdut konvensional, dangdut koplo ini juga identik dengan goyangan, namun goyangannya lebih energik.

Namun tak bisa dipungkiri bahwa pandangan stereotype masyarakat mengenai dangdut koplo masih banyak yang memandangnya sebagai musik rendahan, namun tahukah anda bahwa musik dangdut koplo ini bisa dipakai sebagai terapi, khususnya bagi para penyandang gangguan jiwa?

Sebuah Rumah Sakit Jiwa di kota Solo, Rumah Sakit Jiwa Kentingan ternyata menggunakan musik dangdut koplo sebagai metode terapi penyembuhan. Kamis (09/04) lalu, tim Compusician bertemu dengan seorang praktikan yang telah terjun langsung dalam metode musik terapi dengan dangdut koplo bagi penyandang gangguan jiwa di RSJ Kentingan. Dia adalah Ribka Sharonneta, mahasiswa tingkat akhir di Poltekes Surakarta ini melakukan studi PKL (Praktek Kerja Lapangan) bidang okupasi terapi di RSJ Kentingan dan kegiatannya disana salah satunya adalah musik terapi yang dijadwal setiap hari Selasa.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa RSJ Kentingan ini menggunakan terapi dalam proses pemulihan pasiennya dan salah satunya adalah terapi dengan musik dan alasan kenapa yang dipakai adalah musik dangdut koplo dan bukan jenis musik lain yang lebih relax dan menenangkan, gadis yang kerap disapa Netta ini menjelaskan, yang pertama  karena musik dangdut seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dangdut adalah musik yang paling banyak diterima oleh masyarakat dari segala umur dan yang kedua, melalui musik dangdut koplo mereka dapat mengekspresikan emosi mereka melalui goyangan-goyangan yang energik.

“Intinya dengan musik, mereka lebih dapat mengekspresikan emosi mereka, kalau menerut studi yang selama ini saya pelajari, sebenarnya ada banyak pilihan musik, seperti jazz, pop dll, tapi karena dangdut disini yang lebih bisa diterima, jadi kita pukul rata saja dengan musik dangdut.” Ungkap gadis kelahiran Sukoharjo, 26 Agustus 1993 ini.

Selain musik terapi, mereka juga mendapat terapi lain berupa pelatihan keahlihan, supaya saat mereka kembali ke masyarakat, mereka dapat menggunakan keahlihan itu untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri. Intinya mereka harus diberi banyak aktivitas agar mereka tidak diam.

“Ini adalah panggilan saya, karena tidak ada yang mau dan saya yang mau jadi saya tergerak melayani mereka,” Jelas Netta saat ditanyai alasan kenapa mau memilih studi seperti ini.

“Mereka semua adalah orang-orang tertolak, bahkan keluarganyapun tidak mau menerima lagi dan bahkan ika sudah kembali ke masyarakat, mereka dianggap tidak produktif lagi jadi tugas saya untuk memulihkan mereka.” Pungkas Netta dengan senyum.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda