Kamis, 21 Maret 2019

Music Technology Lifestyle

Musik Berkembang 30 Juta Tahun Lalu dari Manusia dan Primata

Penulis :
Kamis, 08/05/2014 08.17.08 | Dibaca: 2175




Musik Berkembang 30 Juta Tahun Lalu dari Manusia dan Primata

http://beforeitsnews.com/


 

CompusicianNews.com –Sains- Musik tidak hanya dibatasi pada manusia saja, keahlihan musik berkembang setidaknya 30 juta tahun yang lalu kaitannya dengan nenek moyang manusia dan monyet. Klaim ini diambil berdasarkan perilaku primata yang memanggil kawan-kawannya seakan seperti menyanyi.

Ini adalah salah satu puzzle terbesar dalam ilmu biologi dan antropologi dan seperti pertanyaan ayam: “Ayam dan telur manakah yang lebih dulu”, jika dalam hal ini, “musik dan bahasa manakah yang lebih dulu?”.

Bagaimanapun, studi mengklaim untuk dapat menemukan jawaban untuk pertanyaan yang panjang ini dan jawaban yang mucul adalah musik.

“Perilaku musikal akan mengkonstitusi langkah awal menuju pola fonologik dan kemudian menjadi bahasa,” menurut penulis sains Ravignani.

Selama studi, Ravignani, kandidat doctoral di Universitas Wina, jurusan Kognitif Biologi dan koleganya fokus pada kemampuan yang disebut “Deteksi Ketergantungan.” Hal ini melibatkan pengenalan hubungan antara silabel, kata-kata dan notasi musikal.

Contohnya, jika anda mendengar 3 silabel yang mengikuti pola Do-Re-Mi untuk beberapa waktu dan kemudian anda mendengar Do-Re-Fa, hal ini terdengar salah karena hal ini merusak pola. Normalnya, para monyet tidak menunjukan respon untuk studi macam seperti ini yang mendorong peneliti untuk percaya  meskipun mereka tidak mengerti musik. Namun studi ini berbeda karena studi ini menggunakan suara dengan jangkauan frekuensi mereka

Dalam studi ini, seekor monyet duduk di sound booth dan mendengarkan musik. Para peneliti juga memberi mereka makan ditengah-tengah sesi, sehingga monyet itu suka dengan aktivitas ini. Meskipun pola berubah, seperti yang dijelaskan diatas, monyet itu menunjukan reaksi yang relevan seperti terlihat bingung atau menatap selama periode waktu yang panjang, seakan berkata “Huh”?

“Eksperimen macam ini biasanya dilakukan dengan mempertemukan monyet dengan suara manusia.” Rekan penulis, Ruth Sonnwebber berkata. “Merancang stimuli dengan musik ini telah membantu persepsi monyet tersebut.”

Melalui reaksi-reaksi ini, para monyet menunjukan bahwa mereka sebenarnya mengerti pola musik dan juga mengerti saat mereka mengubah dan menunjukan respon jelas pada musik. Kemampuan ini tersentral ke bahasa dan musik dan mengkonklusi bahwa musik dan bahasa memang  berkembang sekitar 30 juta tahun yang lalu dari 2 nenek moyang, manusia dan monyet

Monyet pada dasarnya memiliki suara pitch yang tinggi dan suara mereka sebenarnya hampir mirip dengan burung. Disisi lain primata sebenarnya tidak begitu suka bernyanyi namun mereka memiliki kebiasaan yang seperti orang bernyanyi, contohnya mereka suka menabuh akar pohon seperti manusia menabuh drum.

“Saya dan kolega saya membangun alat drum untuk primate yang dasarnya merupakan instrumen musikal yang sulit secara spesifik yang dirancang untuk primate: mereka itu elektronik sehingga mampu menghasilkan suara secara virtual,” kata Ravignani. Dan dia menambahkan “Kami telah melakukan pengujian awal mengenai drum elektrik ini pada sekelompok primate.”

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda