Selasa, 21 Mei 2019

Music Technology Lifestyle

Mengenal Industri Musik Digital Melalui ASCAP

Penulis :
Jumat, 23/05/2014 02.04.33 | Dibaca: 1717




Mengenal Industri Musik Digital Melalui ASCAP

radiofacts.com


CompusicianNews.com - Industri - Tahun lalu, Pemenang American Idol bernama Philip Phips telah mengeluarkan lagu berjudul Gone, Gone, Gone. Lagu ini menjadi nomor 1 di tangga lagu kategori Lagu Dewasa Alternatif dan Lagu Dewasa Alternatif. Sedangkan pada Tangga lagu Pop Billboard  menempati urutan ke 24 dari top 100. Gregg Wattenberg mengatakan bahwa pergerakan dari nomor urutan tangga lagu itu penting karena secara tidak langsung akan menghasilkan keuntungan bagi penyanyi.

Ketika membahas tentang lagu Hit, berarti lagu itu adalah lima urutan teratas. Dan itu berarti juga lagu tersebut dapat menghasilkan satu hingga dua juta dollar di ASCAP monies, kata Watternberg.

ASCAP merupakan sebuah organisasi yang beranggotakan komposer atau pencipta musik, penulis, penerbit yang mencoba melacak setiap aktivitas yang berhubungan dengan karya anggotanya. Kemudian organisasi ini melakukan usaha agar anggotanya mendapatkan bayaran.

Caranya, antara lain dengan berkunjung ke Kedai, Restoran atau arena olahraga dan merekam radio playlist, TV Broadcast dan bahkan musik I-Ring. Kemudian menarik biaya dari lagu yang diputar. Besarnya fee yang diterima berubah-ubah berdasarkan variable seperti pendapatan pihak yang memutar lagu ataupun waktu pemutaran dan popularitas musik itu sendiri.

ASCAP merekam semua lagu yang diputar, kemudian memberikan keredit dan mengatakan 'OK, anda memiliki kredit sejumlah sekian'.

Seperti yang diberitakan dalam Morning Edition fungsi asli ASCAP ialah meyakinkan bahwa setiap restoran atau club memutar lagu yang memberikan royalti kepada penulis lagu. Namun setelah usianya yang ke-100 tugas ASPAC termasuk meyakinkan setiap outlet baru memutar musik yang telah membayar royalty kepada penulis dan penerbit. Seperti contohnya layanan streaming Pandora.

Pada tahun 2008, ASCAP menerbtkan paper berjudul “Hak CIpta Musik di Era Digital”, mengadvokasi hak arts di dunia internet dan memperingatkan jika dengan mudahnya meng-copy, menyimpan dan membagikan lagu dalam bentuk digital karena membahayakan karirnya.

Paul Williams, seorang penulis lagu dipilih menjadi Presiden ASCAP tahun 2009. DIa pernah menulis “Rainbow Connection” dan “We’ve Only Just Begun” pada tahun 70an, yang kemudian tampak di album Daft Punk. Dia berkata bahwa meskipun Internet telah membentuk ulang musik industry lebih dari satu decade, momen ini seperti TV Kabel, dimana harus membayar royalty untuk kepentingan tertentu yang melibatkan penulis aslinya. 

Tahun lalu, ASCAP mendokumentasikan lebih dari 250 milyar penampilan lagu dan membayar lebih dari 850 juta dollar pada anggotanya, meningkat 24 juta dari tahun 2012.

Dengan berkembangnya internet, terdapat kategori baru tentang royalty. Yaitu uang yang didapatkan dari layanan streaming seperti Pandora dan Spotify. Kemudahan perekaman ini membuat anggota ASCAP heran mengapa masih membutuhkan organisasi tersebut. Beberapa label musik seperti Sony dan BMG mencoba keluar dari ASCAP ketika membuat lisensi sendiri untuk digital streaming-nya. Namun ASCAP mengklaim bahwa organisasi tersebut melingkupi system yang tradisional dan digital.

Dengan demikian kehadiran ASCAP sangat penting mengingat banyaknya artis independen yang merekam, menerbitkan dan mendistribusikan lagu mereka tanpa  melibatkan label.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda