Minggu, 26 Mei 2019

Music Technology Lifestyle

Layak Diapresiasi! Lokananta Kini Rambah Ranah Digital

Penulis :
Jumat, 04/11/2016 09.00.00 | Dibaca: 959




Layak Diapresiasi! Lokananta Kini Rambah Ranah Digital

http://www.surakarta.go.id/


Compusiciannews.com - Industri - Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Lokananta terus berbenah untuk menuju era digital. Mulai tahun ini, manajemen studio rekaman tertua di Indonesia ini mengembangkan perpustakaan musik digital. Setelah melakukan peluncuran perdana perpustakaan digital koleksi arsip musik pada bulan Februari lalu, PNRI Cabang Surakarta “Lokananta” secara resmi telah meluncurkan situs www.lokanantamusik.com dan buku “LOKANANTA”. 

Peresmian situs web yang dilakukan secara simbolis ini ditandai dengan penyerahan tutorial pengelolaan perpustakaan digital dan buku oleh perwakilan Lokananta Project, Yerikho Naektua, kepada Humas Perum PNRI Cabang Surakarta "Lokananta", Titik Sugiyanti. Selain itu, acara ini diselingi hiburan live musik yang melibatkan beberapa band-band muda Solo dan Yogyakarta seperti Merah Bercerita, Teori, Punctum Remotum, dan Sabar Bar. Mereka bermain di bagian depan Studio Lokananta, di taman tengah yang berhadapan langsung dengan ruang arsip dan museum mini.

Peluncuran perpustakaan digital dan buku merupakan kerjasama antara PNRI Cabang Surakarta "Lokananta" dengan Lokananta Project yang terdiri dari para penulis, fotografer, dan desainer muda serta didanai oleh Djarum Foundation.

Saat ini perpustakaan digital telah mengunggah sebanyak 60 album rilisan Lokananta sejak tahun 1956. Beberapa diantaranya adalah pidato Presiden Soekarno pada pembukaan Konferensi Wartawan Asia-Afrika (KWAA) pada 24 April 1963 di Jakarta dan lagu “Indonesia Raya” versi instrumental dengan lirik tiga stanza. Selain itu juga telah diunggah album The Fourth Asian Games, Souvenir From Indonesia yang menjadi buah tangan atlet-atlet yang berlaga di ajang Asian Games tahun 1962 di Jakarta. Varian lain dari koleksi Studio Lokananta yang sudah hadir dalam bentuk digital adalah rekaman pertunjukan wayang orang, gamelan bali, karawitan, pengajian Al-Qur'an, serta beberapa album yang terdiri dari El Badr Orchestra, kidung Natal, Orkes Gumarang, dan Waldjinah.

Sedangkan buku “LOKANANTA” merupakan hasil riset tiga penulis yakni Dzulfikri Putra Malawi, Fakhri Zakaria, dan Syaura Qotrunadha, mengenai kiprah Lokananta dalam lima tahun terakhir serta upaya berbagai pihak untuk merevitalisasi label rekaman dan studio pemerintah ini dalam perkembangan industri musik nasional. Buku ini akan dicetak sebanyak 500 eksemplar dan didistribusikan di lima kota yaitu Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, dan Surabaya.

Lokananta bersama Badan Ekonomi Kreatif dan Irama Nusantara (situs web pengarsipan data serta informasi musik populer Indonesia) sedang menyiapkan Rumah Musik Indonesia sebagai wahana edukasi publik terhadap akar musik Indonesia. Bentuknya akan berupa direktori digital berisi lagu-lagu koleksi Lokananta, Irama Nusantara, dan tidak menutup kemungkinan dari label-label rekaman seluruh Indonesia. Selain itu juga akan turut dibangun museum musik yang direncanakan berlokasi di Lokananta.

 

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda