Sabtu, 25 Mei 2019

Music Technology Lifestyle

Intip Strategi ‘Jualan’ JKT48!

Penulis :
Selasa, 20/05/2014 05.01.50 | Dibaca: 3672




Intip Strategi ‘Jualan’ JKT48!

inaconcerts.com


 

CompusicianNews.com – Industri – Seperti diketahui, JKT48 jelas bukanlah produk asli Indonesia. JKT48 ibarat franchise atau mungkin produk setengah jadi yang di import dari Jepang, kemudian di olah di Indonesia sebelum akhirnya jadi produk yang siap ‘jual’.

JKT48 adalah idol grup yang dibentuk produser dan pencipta lagu terkenal di Jepang, Akimoto Yasushi. JKT48 menjadi sister group pertama di luar Jepang dari 48 family yang beranggotakan idol grup AKB48 (Akihabara, Tokyo), NMB48 (Namba, Osaka), SKE48 (Sakae, Nagoya), dan HKT48 (Hakata, Fukuoka).

Idol grup sendiri merupakan konsep akademi artis yang untuk menjadi anggotanya harus melewati proses audisi ketat. Mereka juga akan dididik untuk menjadi idola yang multi talenta, mulai dari menyanyi, menari, akting, hingga public speaking dan membawakan acara.

Selain itu, ada pula istilah graduate (lulus) yang ditentukan Akimoto sendiri. Alasannya ketika seorang anggota mungkin ingin fokus pada pendidikan, menjadi penyanyi solo, atau bahkan diluluskan secara tidak hormat karena melanggar aturan grup.

Baik trainer hingga sistem manajemen sudah tersedia dari Jepang. Bahkan semua lagu, format koreografi, pelatih dan tenaga artistik juga berasal dari Jepang. Lagunya sendiri juga diterjemahkan dari bahasa Jepang ke Indonesia dengan beberapa penyesuaian.

Fans JKT48 sebagai mana tentu berasal dari fans AKB48 yang akan dengan mudah menerima sister group mereka. Kemudian, dengan tampil di beberapa panggung hingga talk show, jumlah fans JKT48 pun terus bertambah dan cenderung fanatik.

Manajemen juga memanfaatkan sarana media sosial seperti Twitter, Facebook, hingga YouTube untuk mendongkrak basis fans. Bahkan, perilaku fans pun dicontohkan oleh mereka, bagaimana cara mendukung saat idola mereka di panggung atau ketika fans meet. Dengan kata lain, mereka menciptakan budaya untuk fans mereka sendiri.

Salah satu yang menarik adalah JKT48 tidak merilis album saat awal mereka terbentuk. CD dan DVD dirilis setelah sekitar satu tahun kemunculan mereka. Alasannya, mereka sudah sibuk tampil di televisi, radio, hingga bermain teater setiap harinya.

Selain itu, menjual CD dianggap hanya memberi peluang bagi pembajak, sehingga tak ada lagi profit yang didapat ketika lagu-lagu mereka sudah beredar illegal di internet. Itulah alasan mengapa lagu-lagu mereka hanya ditampilkan di teater. Datang ke teater hingga puluhan kali bukanlah hal aneh bagi para fans fanatik mereka.

Kemudian, ketika cukup modal, mereka baru merilis CD yang tentunya dibarengi dengan kemunculan lagu baru di teater mereka. Sehingga, sudah pasti penjualan lagu, album, dan konser teater mereka bisa sama-sama menghasilkan.

Resep strategi jualan JKT48 inilah yang terbilang pintar menyiasati era digital. Bagaimanapun kemajuan teknologi digital membuat sebagian musisi merugi akibat karya-karya mereka menjadi sangat mudah dibajak.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda