Senin, 20 Agustus 2018

Music Technology Lifestyle

ISI Solo Gelar Upacara Penutupan Program Darmasiswa

Penulis :
Rabu, 18/07/2018 04.16.13 | Dibaca: 282




ISI Solo Gelar Upacara Penutupan Program Darmasiswa

Peserta Darmasiswa ISI Surakarta periode 2017-2018 www.facebook.com/chenda.chea.1


Compusiciannews.com -Sosial Budaya- Seni adalah tempat dimana ekspresi jiwa diungkapkan dalam gerak, suara dan karya nyata. Seni sendiri itu bersifat abstrak dan sangat beragam karena timbul dari akal pikiran manusia.

Institut Seni Indonesia (ISI) – Surakarta merupakan institusi pendidikan bidang seni, mulai dari seni pertunjukan hingga seni murni dan ISI – Surakarta ini telah berdiri selama 40 tahun

Sebagai bentuk promosi budaya ke panggung internasional, ISI – Surakarta dan beberapa ISI di kota-kota lain membuka program Darmasiswa, sebuah program beasiswa  selama 1 tahun yang dibuka untuk para pecinta seni di seluruh dunia dimana mereka dapat belajar seni dan budaya Indonesia

Dan tahun 2017 lalu, sekitar 24 pecinta seni dari beberapa negara datang untuk  belajar seni dan budaya Indonesia, mulai dari seni pertunjukan hingga seni murni dan peserta Darmasiswa datang dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Britania Raya, Kamboja, Argentina, Kosta Rika, Mexico, Hungaria, Yunani, Spanyol, Perancis, Serbia, Italia, Nigeria, Ethiopia, Zimbabwe dan Timor Leste

Tidak terasa setahun sudah mereka lalui di Institute Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan pada hari Selasa (17/07) di Gedung F, Kampus 1 ISI Surakarta menggelar upacara penutupan program Darmasiswa tahun ajaran 2017-2018.

Kepala Kantor Unit Internasioal (KUI) ISI Surakarta, Matheus Wasi Bantolo, S.Sn.,M.Sn berkata dalam pidato pengantarnya bahwa beliau sangat berterima kasih kepada para peserta didik program Darmasiswa yang sudah dating jauh-jauh dari negara asal untuk belajar di ISI dan harapannya saat para peserta pulang kembali ke negara asal, mereka dapat menjadi duta bagi ISI Solo dengan mempromosikan program studi Seni di ISI Surakarta ke masyarakat sekitar mereka di negara masing-masing.

Selain itu perwakilan dari peserta program Darmasiswa dari Nigeria, Silas Ogenemaro Emovwodo yang mengambil jurusan seni teater, dalam pidatonya dia mengingat kembali bagaimana awal perjalanan dia dan kawan-kawan satu program dalam menempuh program Darmasiswa selama satu tahun ini.

Melalui perjalanan panjang yang ditempuh dari negeri asal hingga akhirnya bisa belajar seni dan budaya Indonesia secara langsung membuat Silas bisa belajar tanpa ada batasan apapun.

Dia mengemukakan bahwa jika belajar seni dan budaya hanya lewat internet, segalanya serba terbatas, terbatas waktu, terbatas dimensi dan terbatas dengan isi kontennya, namun jika belajar seni dan budaya suatu negara langsung di negara asalnya, tidak akan ada batasan yang signifikan karena belajar seni dan budaya bisa diperoleh dari lingkungan sekitar juga.

Silas juga mengaku dia melalui proses penyesuaian yang cukup panjang, seperti penyesuaian dengan kebiasaan masyarakat di Solo hingga makanannya yang dirasa sangat manis di lidahnya. Bagi Silas, makanan manis itu hanya hidangan penutup atau desert dan pastry (roti-rotian) saja,  dan dia sebelumnya tidak pernah merasakan manis di makanan utama (main course)

Kata terakhir di pidatonya dia berkata all is well that ends well, semua berawal dengan baik dan berakhir dengan baik, dan dia mengaku bahwa dia merasakan masa-masa yang indah di Indonesia karena dia juga mendapat keluarga baru.

Pidato dari Silas ini ditutup dengan video dokumetasi yang dibuat oleh Silas dan rekannya sesama program studi teater di ISI Surakarta,  Tiffany Chiedza Nhete dari Zimbabwe

Acara dilanjutkan dengan pertunjukan Body Percussion dari salah satu  peserta program Darmasiswa asal Kosta Rika, Cristian Meijia Pacheco dimana dia menampilkan tarian tabuh tubuh dengan mengkombinasikan tari kesenian Gayo dari Aceh dan tari kecak dari Bali

Dan sebagai pentup, penampilan Macapat dari Cecily, peseta Darmasiswa dari Inggris Raya dan Sean dari Amerika Serikat yang membawa tembang Jingman Uler Kambang.

Acara ini sebelumnya dibuka dengan penampilan tari dari David Meryline, peserta Darmasiswa dari Perancis

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda