Minggu, 21 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Gerakan Tangan Yang Menghasilkan Suara

Penulis :
Rabu, 14/05/2014 05.04.24 | Dibaca: 2350




Gerakan Tangan Yang Menghasilkan Suara


 

CampuscianNews.com - Artistik - Aura, sebuah instrumen elektronik yang menerjemahkan gerakan menjadi musik. Gagasan dari mahasiswa teknik di Cornell University Ray Li berkata Aura menggunakan dasar kecil untuk menciptakan lapangan magnetic yang mendeteksi sensor magnet yang disipkan ke sarung tangan yang dipakai oleh pemain.

Magnet-magnet ini mengkomunikasikan posisi dan orientasi dari tangan dengan interface yang sudah diprogramkan yang kemudian akan menerjemahkan data ke sinyal MIDI (Musical Instrument Digital Interface) untuk dimainkan lewat synthesizer.

Pitchnya dikotrol melalui naik turunnya gerak tangan itu, sementara volumenya dapat diatur dengan gerakan tangan yang memisah. Para artis dapat sedikit lebih kreatif dengan menutup jari mereka untuk meredamkan suara atau bisa memutar tangan mereka untuk menambah distorsi. Dibalik semua proses input yang inovatif ini bagaimanapun, Li menyamakan instrumen ini ke MIDI kontroler yang tipikal.

“Bagaimana Aura membuat musik hanyalah mengontrol software pada laptopku,” kata Li. “Terdapat kemungkinan yang pasti untuk suara yang Aura dapat buat. Hanya dengan mentransmisikan data ke MIDI melalui posisi dan parameter yang berbeda dan proses ini dapat diterjemahkan oleh banyak perangkat lunak yang berbeda.”

Visi Li untuk interface musik yang alternative dan modern berasal dari tahun keduanya di universitas, dimana Sabre, cello elektroniknya lahir. Dibuat sebagai proyek untuk kursus sirkuitnya, instrumen ini terdiri dari base kayu dengan potongan yang konduktif untuk dawai dan joystick untuk memanipulasi suara. Dalam studinya, Li memulai menghipnosis bagaimana suatu instrumen dapat ditingkatkan untuk memungkinkan ke-ekspresifan yang lebih luas.

“Saya telah berfikir bahwa saya akan membangun versi lain dari Sabre tapi dengan sensor gerak selain menggunakan joystick,” kata Li. “Setelah berfikir lebih lagi, saya kira bagaimana jika semuanya itu disimpulkan dalam instrumen yang berbasis gerak saja?”

Karya Li ini ditampilkan dalam presentasinya yang didanai oleh dewan kampus untuk seni yang disebut SoundSpace.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda