Selasa, 23 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Gelombang Ultrasonik Mengembalikan Memori Pada Penderita Alzheimer

Penulis :
Kamis, 19/03/2015 09.00.00 | Dibaca: 2268




Gelombang Ultrasonik Mengembalikan Memori Pada Penderita Alzheimer

compusiciannews


Compusiciannews.com -Sains-  Sekitar 1 juta penduduk indonesia telah mengidap penyakit Alzheimer, kondisi degeneratif yang menyebabkan kehilangan memori, perubahan perilaku, kebingungan, dan disorientasi. Para ilmuwan masih tidak tahu apa penyebabnya, tapi mereka tahu beberapa faktor yang mungkin bekerja sama untuk memicu penyakit ini.

Dokter kadang-kadang dapat mengetahui apakah seseorang memiliki Alzheimer karena penumpukan plak yang disebut amyloid-β. Seiring dengan berjalannya waktu, otak dari pasien Alzheimer menjadi kurang efisien dikarenakan hancurnya protein-protein yang dapat menghambat komunikasi antar otak.

Sebuah tim peneliti dari Australia telah mencoba berbagai cara untuk memecah plak yang menumpuk yang bertujuan untuk mengembalikan ingatan dan mempercepat proses perlambatan fungsi otak. Tapi para peneliti menemui kendala yaitu Blood-Brain Barrier atau bisa disebut Sawar Darah Otak, memiliki fungsi untuk mencegah menembusnya bahan kimia masuk ke lapisan otak. Sebagian besar obat yang dirancang untuk memecah plak bahkan tidak dapat mencapai otak. Para peneliti harus menemukan cara lain tanpa harus merusak penghalang tersebut.

Selama beberapa minggu, tim Australia mengirimkan gelombang ultrasonik, gelombang suara yang bergerak pada frekuensi yang lebih tinggi dari yang dapat didengar oleh manusia, pada otak tikus. Mereka menemukan bahwa gelombang ultrasonik merangsang sel-sel tertentu di otak yanf disebut mikroglia, yang bekerja sebagai sistem kekebalan otak, menyerang hal-hal yang seharusnya tidak ada disana. Dengan beraksinya sel mikroglia ini di dalam otak, peneliti menemukan bahwa plak yang menumpuk secara dramatis berkurang sebanyak 75% dari tikus yang diuji. Analisis selama beberapa minggu menunjukkan bahwa tikus tersebut telah menunjukkan perkembangan dalam otaknya.

Para peneliti berharap untuk menguji teknik mereka ini pada domba dengan penyakit Alzheimer sebelum beralih ke manusia.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda