Selasa, 21 Mei 2019

Music Technology Lifestyle

Gelombang Otak Jadi Nada Musik

Penulis :
Minggu, 06/04/2014 00.00.00 | Dibaca: 3144




Gelombang Otak Jadi Nada Musik


Compusiciannews.com - Sains - Pernahkah membayangkan bagaimana otak anda bersuara saat berpikir? Penelitian di China telah melakukannya, mereka menciptakan cara untuk menerjemahkan gelombang otak kedalam musik.

Pada usaha awalnya, para ilmuan telah mengakhirinya dengan nada yang kadang terdengar tidak harmonis dan bahkan sumbang, tapi akhir-akhir ini mereka menemukan cara untuk membuat musik dari otak terdengar lebih baik dengan menggabungkan data dari detak elektrik otak dengan pengukuran dari aliran darah pada otak.

Selain menggabungkan sains dengan seni, para peneliti berharap bahwa suatu hari nanti musik otak dapat dipakai untuk membantu seseorang mengendalikan gelombang otak dengan mengurangi beberapa kondisi seperti kegelisahan dan depresi yang berat.

Orisinilnya, peneliti studi Jing Hu dari Universitas Ilmu Elektronik dan Teknologi di Chengdu, China dan koleganya menggunakan Electroencephalografi (EEH) untuk menciptakan nada otak mereka. EEG merekam aktivitas elektrik sepanjang kulit kepala menggunakan perangkat khusus dimana para peneliti mengubah sinyal-sinyal elektrik ini kedalam nada-nada musical. Amplitude atau panjang gelombang menentukan pitch dari nada-nada dan lama gelombang menetukan durasi nada-nada.

Intensitas dari hasil musik sering berganti secara tiba-tiba dan akhirnya menghasilkan hasil suara yang kurang dapat dinikmati.

Sekarang ini, para peneliti telah melempar Functional Magnetic Resonance Imaging atau FMRI ke dalam mix. Teknik ini mengukur level oksigen pada darah dalam otak pada real time yang berdekatan yang memungkinkan peneliti menentukan bagian mana saja pada otak yang memiliki kelebihan oksigen dan hal itu lebih aktif di setiap waktu yang diberikan.

Hu dan koleganya meminta gadis berumur 14 tahun dan wanita berumur 31 tahun untuk berisitirahat didalam mesin fMRI dimana mereka dapat menggabungkan data dari fMRI dengan data dari EEG dimana data-data ini diambil pada saat 2 perempuan ini dalam keadaan istirahat di dalam mesin fMRI dan dengan data yang diperoleh ini para ilmuan dapat gunakan untuk menciptakan musik yang berbasis otak.

Hasilnya, setelah dinilai oleh 10 musisi, terdengar seperti musik yang diciptakan manusia dibanding EEG sendiri, peneliti melaporkan pada media PLos ONE bahwa musik yang dihasilkan secara ilmiah ini dapat digunakan untuk terapi biofeedback yang dimana pasien dapat berjuang secara sadar mengendalikan kegiatan otak.

Peneliti semakin dapat mengambil informasi dari gelombang otak kita. Pada studi tahun 2011, para ilmuan membuat video dari apa yang telah orang liha hanya berdasarkan dengan aktivitas otak yang ada

 

Livescience 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda