Selasa, 21 Mei 2019

Music Technology Lifestyle

Fenomena Lelaki Kardus di YouTube Buat Para Mantan Penyanyi Cilik Era 90an Bersuara

Penulis :
Senin, 04/07/2016 14.07.45 | Dibaca: 1323




Fenomena Lelaki Kardus di YouTube Buat Para Mantan Penyanyi Cilik Era 90an Bersuara

Facebook.com/fathyaartha


Compusiciannews.com -Sosial Budaya- Fenomena Lelaki Kardus yang video-nya begitu viral di YouTube  cukup membuat heboh dunia industri musik tanah air, khususnya musik anak-anak. Akhir-akhir ini muncul video klip berjudul Lelaki Kardus yang videonya diunggah pada 28 Juni lalu dan pada video klip yang membuat adalah seorang gadis cilik menyanyikan lagu yang liriknya tidak sepantasnya dinyanyikan oleh gadis seumurannya.

Dalam video itu, diceritakan seorang anak yang mengusir bapaknya setelah sekian lama pergi dan menikah lagi. Tidak jelas dari mana video klip ini dan bagaimana video klip itu diciptakan, hal ini membuat masyarakat khususnya para mantan penyanyi cilik era 90an prihatin dengan fenomena ini . Musik anak-anak sendiri yang akhir-akhir ini sudah tidak beredar di era sekarang ditambah kemunculan video klip ini seakan menajdi tamparan bagi pelaku industri musik karena dari fakta ini membuktikan bahwa musik anak-anak memiliki peran yang penting bagi anak-anak sendiri.

Leony Vitria Hartanti, Dea Ananda, Joshua Suherman, Tasya Kamila, Tina Toon, dan bebrapa mantan artis cilik lainnya dari era 90an  berkumpul pada 2 Juli 2016 silam untuk berdiskusi mengenai apa yang dapat mereka lakukan untuk musik anak-anak terkait kasus video youtube Lelaki Kardus ini. Dari diskusi ini, mereka menarik kesimpulan bahwa sudah saatnya lagu anak-anak harus diciptakan, diedarkan dan dinyanyikan lagi.

Kumpulan mantan penyanyi cilik ini juga mengajak untuk para generasi 90an memperdengarkan kembali lagu anak-anak  yang mereka dengar dulu sehingga anak-anak sekarang dapat merasakan masa kanak-akan yang layak mereka alami. Menurut catatan yang dirangkum oleh Fathya Artha Utami di akun Facebook-nya, dimana dia juga ikut dalam diskusi ini menunjukan bahwa musik anak bermafaat untuk media pembelajaran bahasa dimana anak-anak belajar bahasa dengan mudah sehingga sudah seharusnya anak-anak mendengarkan lagu-lagu dengan lirik bahasa yang layak mereka dengar.

Sebagai bentuk solidaritas bersama rekan-rekan mantan artis cilik era 90an, Compusician juga akan memperdengarkan kembali lagu anak-anak era 90an lewat vode YouTube ini:

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda