Minggu, 21 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Digitalisasi Dan Kebangkitan Industri Musik

Penulis :
Sabtu, 03/10/2015 12.00.00 | Dibaca: 2811




Digitalisasi Dan Kebangkitan Industri Musik

billboard


Compusiciannews.com -Industri- Industri Musik Rekaman Dunia saat ini sedang dalam langkah menuju pemulihan dengan sokongan dari layanan digital musik yang berlisensi dan ekspansi yang cepat pada pasar baru secara internasional. Musik yang terekam juga membantu mendorong ekonomi digital yang lebih luas menurut laporan tahunan dari IFPI (International Federation of Phonographic Industry) yang merupakan organisasi dunia yang mewakili setiap minat pada industri rekaman.

Pemasukan dari industry rekaman global ini naik dengan estimasi 0,3% hingga US$16,5 billion di tahun 2012, pertumbuhan pesat pertama sejak 1999. Penerimaan digital melihat pertumbuhan yang pesat selama tahun kedua berjalan hingga 9% dengan penerimaan digital besarnya berasal dari download (pengunduhan), Abonemen, dan dukungan iklan yang semakin meningkat.

Bisnis musik digital saat ini sedang mendunia dengan pesat sebagaimana smartphone dan layanan barunya menjangkau pasar baru dan yang sedang berkembang. Pada Januari 2011, Layanan pengunduhan dan abondemen internasional  hadir di 23 pasar musik dan sekarang lebih dari 100 pasar musik.

Layanan musik berlisensi saat ini benar-benar memenuhi kebutuhan pengguna. Penelitian consumer baru terbit saat ini oleh Ipsos MediaCT, mencakup 9 pasar di 4 benua menunjukan bahwa 62% dari pengguna internet telah menggunakan layanan musik berlisensi dalam 6 bulan terakhir

Frances More, Chief Exekutif IFPI berkata “Hal ini merupakan kesuksesan yang sulit bagi industry yang telah diinovasi, diperjuangkan dan ditransformasi selama lebih dari 1 dekade. Keberhasilan ini menunjukan bagaimana industri musik menyesuaikan dunia internet, belajar bagaimana memenuhi kebutuhan konsumen dan melegalkan pasar digital.”

Penyanyi asal Kanada, Carly Rae Jepsen mencapai puncak rating di tahun 2012 untuk singlenya yang berjudul ‘Call me maybe’. Penyanyi dan penulis lagu asal Inggris, Adele menerima keberhasilan yang fenomenal saat album pertamanya selama dua tahun berturut-turut berada di posisi puncak tangga lagu dunia.

Bagaimanapun juga ada yang menjadi penghalang ditengah-tengah bisnis ini, persaingan yang tidak sehat dengan layanan musik yang tidak berlisensi adalah yang utama. Pemerintah memiliki peran kunci untuk menangani masalah ini. Kunci prioritasnya yaitu tetap pada pengamanan kerja sama yang efektif dari perantara termasuk periklanan, ISP dan search engine yang memiliki pengaruh pada pelanggaran hak cipta.

 

Musik adalah mesin dunia digital.

Aliran musik baru mengalir dari invesmen dari perusahaan rekaman. Hal ini membantu mendorong ekonomi digital yang lebih luas, mulai dari jejaring social, penyiaran, dan live performance. Industri rekaman setiap tahunnya menginvest 26% dari penerimaan dagangannya (US$4,5 Milyar) dalam mengembangkan dan memasarkan bakat.

Musik membantu mengembangkan platform media sosial. Contohnya, 9 dari 10 video yang paling banyak dilihat di YouTube adalah video musik PSY yang berjudul Gangnam Style yang telah dilihat lebih dari 1,2 milyar orang. 9 dari 10 page facebook yang di-like adalah artis dan 7 dari 10 orang yang di-follow di twitter adalah artis juga.

Di tanah air sendiri, Industri Musik juga mengalami kebangkitan seiring dengan kembali tumbuhnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan digital musik. Seperti yang dilangsir Tribunnews.com, Kebangkitan digital musik lewat penyedia layanan seluler, Telkomsel dapat dilihat dari naiknya jumlah pelanggan NSP (Nada Sambung Pribadi) sebanyak dua kali lipat dibanding diawal tahun 2013 dan hingga saat ini  jumlah pelanggan yang aktif sudah kembali di angka jutaan bahkan terus bertumbuh setiap bulannya.

Selain NSP, Telkomsel juga mengeluarkan aplikasi baru sebagai pengembangan dari layanan sebelumnya, Aplikasi Langit Musik memungkinkan pelanggan untuk dapat men-download dan streaming lagu yang diinginkan dengan mudah dan cepat. Perkembangan ini sesuai dengan tren penggunaan smartphone dan layanan data yang meningkat secara signifikan.

Dengan mengunduh aplikasi Langit Musik di Google Play Store, Blackberry App world (keyword Langit Musik) pelanggan dapat men-download dan streaming lebih dari 800 ribu lagu local dan internasional berkualitas dolby digital  yang terdapat di catalog Langit Musik di mana saja. Ditambah dengan menghadirkan fitur lirik lagu dan sync playlist, yang memungkinkan pelanggan untuk menikmati sensasi mobile karoke tanpa perlu membuat ulang susunan lagu kesukaannya tiap kali mengakses layanan Langit Musik dengan perangkat yang berbeda.

Head of Digital Music Division T Ferdi Febrian dalam rilis yang diterima Tribun, Senin (30/9) mengatakan, Bandung yang notabene menjadi barometer perkembangan industri musik di Indonesia, didaulat sebagai pilot project dalam peluncuran layanan Langit Musik yang merupakan salah satu wujud komitmen dan konsistensi Telkomsel untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggannya, terutama di era Digital Life style sekarang ini.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda