Sabtu, 25 Mei 2019

Music Technology Lifestyle

Demi Transparansi Data, Pandora Bermitra Dengan Music Reports

Penulis :
Selasa, 07/06/2016 12.06.26 | Dibaca: 1067




Demi Transparansi Data, Pandora Bermitra Dengan Music Reports

http://www.digitalmusicnews.com/


Compusiciannews.com -Industri- Saat ini Pandora mengumumkan kemitraan dengan Music Reports dengan menjanjikan transparasi data sebesar 100%. Music Reports dalam hal ini akan mengatur mekanisme admisnistrasi lisensi dan royalti untuk Pandora kedepannya. Dengan kemitraan ini, Pandora berharap ini adalah level baru dari keterbukaan untuk publisher dan para pembuat musik itu sendiri.

Niatan ini mengikuti diaktifkannya kembali  pendiri Pandora Tim Westergren sebagai CEO setelah ada goncangan sebelumnya. Niatan besar ini dihasilkan dalam waktu 10 hari dari pengumuman kembalinya sang pendiri menjadi CEO.

“Sebagaimana kami memperluas pengalaman mendengarkan musik di Pandora bagi para subscriber, sangat penting bagi kami untuk melanjutkan untuk memastikan pembuat musik tidak hanya secara akurat dan adil terkompensasi, namun juga memiliki banyak kontrol dan transparansi dalam penggunaan karya seni mereka,” begitu pernyataan Westerngren.

“Itu sebabnya Music Reports menganggap lisensi dan transparansi ini sangat penting.”

Niatan ini harapannya akan memperlebar lisensi ke jumlah publisher yang lebih besar. “Pandora dan Music Reports melaporkan komitmen berbagi untuk solusi lisensi yang komprehensif sehingga biaya royalti dapat mengalir ke publisher dan penulis lagu,” begitu tulis Bill Colitre, Wakil Presiden da Konsultan Umum Music Reports. 

“Music Reports sedang dalam posisi unik untuk menjangkau setiap publisher aktif di pasaran, dengan memastikan Pandora dapat menawarkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam layanan baru ini dan dengan kebijakan yang sama. Ini adalah langkah besar menuju lisensi musik yang adil di Amerika Serikat.”

Pandora telah menjadi salah satu layanan streaming yang paling mapan, meskipun jangkauannya tidak seperti platform streaming lainnya, sebut saja Spotify, Apple Music atau Soundcloud. Kemungkinan dikarenakan fakta layanan Pandora tidak memberikan  fasilitas On-Deman atau fasilitas untuk membuat playlist sendiri. Namun yang dilakukan Pandora adalah berfokus pada artisnya denga  data-data dan peralatan yang bernilai untuk membantu musisi dalam pertumbuhan karirnya dan menghubungkan mereka dengan para fans.

Sementara itu, masih dalam fase pembersihan goncangan di Pandora sebelumnya di sisi eksekutif: seteklah keluarnya CEO Brian McAndrews, kembalinya sang pendiri dan CEO Westergren dan pimpinan besar lainnya membuat adanya sedikit pemberontakan dari para investor. Perusahaan juga berjuang melalui hasil keuangan yang mengecewakan, spekulasi dari penjualan yang memungkinkan dan ekspansi mahal dengan inklusi terkini dari Ticketfly yang berharga sekitar US$ 450 juta dan pembelian aset Rdio sebesar US$ 75 juta.

Kemungknan pembayaran royalti dan segalam macam pembayaran lainnya via SoundExchange disisi rekaman dapat menjadi fokus besar berikutnya.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda