Minggu, 21 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Bluetooth 5 Menyambut Era "Internet of Things"!

Penulis :
Kamis, 30/06/2016 12.00.00 | Dibaca: 1459




Bluetooth 5 Menyambut Era "Internet of Things"!


Compusiciannews.com - Distribusi - Bluetooth bukanlah teknologi yang asing bagi manusia modern. Bluetooth adalah spesifikasi industri untuk jaringan kawasan pribadi (personal area networks atau PAN) tanpa menggunakan kabel. Bluetooth dapat menghubungkan dan dipakai untuk melakukan tukar-menukar informasi di antara peralatan-peralatan yang terkoneksi dengannya. Spesifiksi dari peralatan Bluetooth sendiri saat dikembangkan dan didistribusikan oleh kelompok Bluetooth Special Interest Group.

Bluetooth beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz dengan menggunakan sebuah frequency hopping traceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real time antara alat-alat yang tersambung dengan Bluetooth dengan jarak terbatas. Kelemahan bluetooth adalah jangkauannya yang pendek dan kemampuan transfer data yang rendah.

Namun, sebentar lagi kelemahan Bluetooth agaknya akan teratasi, karena baru-baru ini bluetooth Special Interest Group (SIG) mengumumkan ketersediaan teknologi konektivitas terbarunya, Bluetooth 5 yang akan hadir pada akhir 2016 atau awal 2017 mendatang.

Dikutip KompasTekno dari Business Wire, standar teknologi Bluetooth terbaru itu akan memiliki jangkauan empat kali lebih luas, kecepatan dua kali lipat, serta peningkatan kapasitas data hingga 800 persen dibandingkan standar Bluetooth yang kita kenal saat ini.

"Bluetooth 5 akan mengubah pengalaman orang di era internet of things (IoT), dengan membuat peranti sekitar makin mudah terhubung," ujar Mark Powell selaku Executive Director of the Bluetooth SIG.

Meningkatnya jangkauan operasi Bluetooth akan memungkinkan koneksi dengan produk-produk IoT yang ada di dinding rumah-rumah masa depan dengan lebih baik. Sementara peningkatan data transfer bisa mendukung perpindahan data dan update software yang lebih cepat pula sehingga dapat mengefisiensi waktu pengguna Bluetooth.

Untuk dapat memancarkan paket informasi yang lebih banyak, Bluetooth 5 akan membuat layanan pemancar, pengenal lokasi, dan koneksi nirkabel lainnya lebih relevan untuk produk-produk iOT.

Nama "bluetooth" sendiri berasal dari nama raja di akhir abad sepuluh, Harald Blatand yang hidup pada abad ke 10. Ia dijuluki Harald Bluetooth kemungkinan karena memang giginya berwarna gelap. Ia adalah raja Denmark yang telah berhasil menyatukan suku-suku yang sebelumnya suka berperang, termasuk suku dari wilayah yang sekarang bernama Norwegia dan Swedia. Bahkan wilayah Scania di Swedia, tempat teknologi bluetooth ini ditemukan juga termasuk daerah kekuasaan dari Harlad Bluetooth. Kemampuan raja itu sebagai pemersatu juga mirip dengan teknologi bluetooth sekarang yang bisa mengkoneksikan berbagai peralatan seperti komputer personal, tablet, dan telepon genggam.

Saat ini, diperkirakan ada 8,2 miliar produk dengan konektivitas Bluetooth yang tersebar di seluruh dunia. Dengan dikenalkannya Bluetooth 5, maka teknologi itu diproyeksikan akan dipakai oleh sepertiga perangkat IoT pada 2020 mendatang sehingga pengguna Bluetooth akan meningkat.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda