Selasa, 21 Mei 2019

Music Technology Lifestyle

Banyak Kecaman Dari Netizen, Anggun Bikin Surat Terbuka Lewat Facebook

Penulis :
Selasa, 05/05/2015 14.04.49 | Dibaca: 2171




Banyak Kecaman Dari Netizen, Anggun Bikin Surat Terbuka Lewat Facebook

Facebook.com/anggun.official


Compusiciannews.com -Kabar Selebriti- Kecaman dari para Netizen terhadap penyanyi asal Indonesia yang sudah melenggang di panggung internasional, Anggun Cipta Sasmi perihal orasi anti-hukuman mati-nya yang dia lakukan di Paris membuat artis kelahiran Cilacap, 41 tahun silam ini bereaksi (Baca juga).

Reaksinya dia lakukan dengan menulis surat terbuka yang dipostingkan di akun Facebook-nya, dalam surat terbukanya juri Asia’s Got Talent ini menulis:

“To the People of Indonesia.

Belakangan ini ada kontroversi tentang opini saya mengenai hukuman mati yang kebanyakan datang dari hujatan netizen di social network dan ini penjelasan saya.

Saya adalah seorang ibu, darah saya 100% Indonesia. Seorang ibu yang mencintai anaknya seperti layaknya semua ibu di Indonesia. Dan tentunya saya menolak, berperang dan membenci Narkoba juga semua pihak yang membantu membuat atau menjualnya. Narkoba adalah musuh manusia yang menghancurkan hidup dan memecahkan keluarga. Narkoba memperkayai mafia juga orang yang gemar korupsi dibelakang kepedihan orang-orang kecil. Tentu saja saya berdiri di sisi korban dan di sisi semua orang yang membenci Narkoba. Mereka yang membuat dan menjual racun Narkoba harus di adili dan harus diberi hukuman yang seberat-beratnya di penjara.

Saya juga seorang pembela Hak Asasi Manusia. Saya bekerja sama dengan PBB sebagai Goodwill Ambassador dan dalam Universal Deklarasi Hak Asasi Manusia tertulis larangan membunuh manusia. Saya sangat percaya bahwa kita tidak bisa membasmi kriminalitas dengan membunuh orang-orang yang terlibat dalam kejahatan. Nyawa yang dibalas nyawa tidak akan mengembalikan hidup korban. Kematian bukanlah keadilan. Untuk saya, hanya Allah semata yang mempunyai hak atas hidup dan mati manusia.

Saya ingin hukuman yang setimpal dan seberat-beratnya kepada para kriminal. Saya membenci koruptor yang membantu bandar Narkoba menjalankan bisnis penjualan bahkan lewat penjara. Saya ingin adanya proyek bantuan kepada keluarga dari korban Narkoba, seperti Ibu Ephie Craze yang surat terbukanya amat dan sangat menyentuh saya.

Saya berada di posisi yang sama seperti semua ibu dan istri yang akan selalu berada disisi korban Narkoba. Tetapi saya juga menolak hukuman mati karena tidak manusiawi dan tidak berhasil membasmikan kejahatan.

Berpendapat seperti ini bukan berarti menyangkal darah yang mengalir di nadi saya atau mempertanyakan kedaulatan Indonesia yang saya hormat dan cintai. Ini hati saya yang berbicara.

Semoga Allah memberkati.

Anggun”

Dan sontak banyak reaksi dari para Facebook-er Indonesia, salah satunya dari akun Facebook dengan atas nama Memet Junaidi yang mendapat respon 88 balasan untuk komentnya, dia berkomentar

“Mbak Anggun, pertanyaan sederhana saya adalah, apakah suara yang sama juga mbak Anggun teriakkan kepada negara lain yang masih melakukan hukuman mati? Secara pribadi saya juga tidak setuju dengan hukuman mati, cuma permasalahannya adalah bahwa hukumanmati itu masih ada dan berlaku di Indonesia. Yang paling gampang dan sederhana adalah, JANGAN PERNAH MELANGGAR HUKUM KALAU KITA TIDAK MAU MENERIMA SANKSI HUKUM SEBAGAI KONSEKUENSI ATAS PELANGGARAN YANG KITA LAKUKAN.”

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya bahwa eksekusi terhadap terpidana mati Bali 9, dimana 2 diantaranya Andre Chan dan Myuran Sukumaran telah dilakukan pada tanggal 29 April dini hari silam di pulau Nusa Kambangan, Cilacap,  Jawa Tengah dan putusan hukuman mati ini dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo sendiri dalam upaya memberantas narkoba di Indonesia serta menunjukan ketegasan bangsa atas pemberantasan narkoba dan keputusan Presiden Joko Widodo ini sontak mendapat kecaman dari berbagai pihak baik, khususnya dari dunia internasional, selain Anggun, Sek Jen PBB, Ban Ki Moon juga ikut mengecam tindakan Indonesia yang mengeksekusi mati terpidana narkoba ini.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda