Jumat, 22 Maret 2019

Music Technology Lifestyle

Ariana Grande Kenang Satu Tahun Tragedi Bom Manchester

Penulis :
Selasa, 22/05/2018 14.09.25 | Dibaca: 261




Ariana Grande Kenang Satu Tahun Tragedi Bom Manchester

irishexaminer.com


Compusiciannews.com -Kabar Selebriti- Teror bom Manchester terjadi pada tanggal 22 Mei 2017 silam. 22 nyawa melayang dalam tragedi itu, sementara 500 orang menderita luka ringan hingga berat. Bom meledak tepat saat para fans meninggalkan venue seusai menonton konser Ariana Grande.

Dalam sebuah interview dengan majalah Time, Ariana menjelaskan bagaimana kejadian tersebut mempengaruhi musiknya.

“Melihat kejadian seperti itu dan berpikir bahwa mereka (teroris) menang, adalah hal yang tidak mungkin kuinginkan dialami penggemarku,”, terangnya.

“Musik seharusnya menjadi hal paling aman di seluruh dunia. Kupikir itulah mengapa hatiku masih terasa berat setiap harinya,

“Kuharap ada lebih banyak yang bisa kuperbaiki. Kau mungkin berpikir membicarakan soal ini akan jadi lebih mudah seiring waktu. Atau kau memilih ‘berdamai’ dengan keadaan. Tapi setiap hari aku menunggu kapan rasa damai itu datang dan (sampai sekarang) masih terasa menyakitkan.”

Dua pekan setelah teror bom, pelantun “Dangerous Woman” menggelar sebuah konser amal bertajuk “One Love Manchester” yang ditujukan untuk menggalang dana bagi para korban beserta keluarga. Konser itu pun berhasil mengumpulkan sebanyak 2,7 juta poundsterling dan Ariana dianugerahi gelar sebagai warga kehormatan kota Manchester.

Lebih dari 50.000 orang hadir dalam acara tersebut dan larut dalam aksi panggung yang disuguhkan oleh bintang-bintang ternama seperti Justin Bieber, Coldplay, dan pentolan band Oasis, Liam Gallagher. Namun, suasana meriah berubah menjadi penuh haru ketika Ariana, dengan berurai air mata, menyanyikan lagu “Somewhere Over the Rainbow” di akhir konser.

Usai tampil, Ariana Grande beserta tim langsung berkumpul di belakang panggung untuk membuat tato berbentuk lebah. Lebah sendiri merupakan simbol kebanggaan Manchester dan dalam tato ini melambangkan kebangkitan dan solidaritas warga kota Manchester.

Ariana menyampaikan isi hatinya lewat sebuah pesan yang ditujukan bagi para fans, “Kita tidak akan membiarkan kebencian menang. Kita harus merespon kekejaman ini dengan bersatu, saling tolong-menolong, saling menyayangi, dengan bernyanyi lebih keras, juga hidup lebih damai dan jadi lebih bermurah hati dibandingkan sebelumnya.”

Album terbaru Ariana Grande, Sweetener, dideskripsikan oleh penyanyi asal Amerika tersebut sebagai album yang mengandung pesan bahwa seburuk apapun situasi yang dihadapi pasti bisa menjadi lebih baik. Pesan ini berkaca pada apa yang dirasakannya pasca teror bom. “Ketika kau menghadapi sebuah cobaan, daripada hanya duduk dan mengeluh atas apa yang sudah terjadi, kenapa tidak mencoba membuat sesuatu yang indah?”

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda