Selasa, 21 Mei 2019

Music Technology Lifestyle

Apple Music Capai 20 Juta Pengguna Berbayar, Spotify Masih Memimpin

Penulis :
Kamis, 08/12/2016 11.51.56 | Dibaca: 974




Apple Music Capai 20 Juta Pengguna Berbayar, Spotify Masih Memimpin

billboard


Compusiciannews.com -Industri- Persaingan di era digital khususnya platform streaming saat ini menunjukan tidak ada tanda-tanda untuk ‘genjatan senjata’ untuk memenangkan para subscriber baru dimana persaingan semakin sengit dan mungkin yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di hari yang sama Pandora mengumumkan peluncuran layanan yang dinanti-nantikan dan Apple Music yang sudah beroperasi selama 1 tahun lebih sejak perilisanya pada akhir Juni 2015 tahun lalu telah memperoleh sekitar 20 juta pengguna berbayar, naik dari 17 juta dalam waktu 3 bulan.

Apple Music sekarang sudah tersedia di lebih dari 100 negara dengan separuh penggunanya berbasis di luar Amerika Serikat, khususnya di negara-negara dengan potensi pasar yang besar, seperti Jepang, China, Rusia dan Brazil

Namun Spotify masih memimpin untuk jumlah pengguna berbayar setelah mengumumkan pada bulan September lalu dengan basis pengguna mencapai 40 juta pengguna yang ingin meorogoh kocek US$10 per bulan untuk mendengarkan musik dari layanan ini. Impresifnya, Spotify mampu menggaet pengguna sebesar 10 juta pengguna berbayar dalam waktu 6 bulan dari bulan Maret lalu dan hal ini membuat Apple harus benar-benar semakin bekerja keras untuk menyusul lawan terbesarnya.

Pimpinan Apple Eddy Cue dalam wawancaranya dengan media Billboard yang berlangsung minggu ini berkata bahwa sudah ‘sekitar setahun’ bagi Apple Music. Selain perasaan positif mengenai cara layanan meningkat jumlahnya, Cue juga mengkonfirmasi bahwa terdapat banyak yang harus diperjuangkan didalam sektor layanan ini.

“Kami tidak bisa lupa bahwa sebagai bagian dalam sebuah industri, pelanggan kami masih terbilang sedikit, terdapat milyaran orang di dunia yang mendengarkan musik dan kami belum bisa mencapai 100 juta pelanggan berbayar. Masih terdapat banyak kesempatan untuk pertumbuhan.” Begitu jelas Cue kepada media Billboard.

Dengan gagasan itu, sebuah laporan memuncak bulan lalu dimana perusahaan teknologi besar ini ingin mengamankan proses sign-up Apple Music dengan mengurangi biaya untuk pelanggan individu, dari US$10 ke US$8 dan paket family plan dari US$15 ke US$13. Harga baru ini dilaporkan akan dirilis saat Natal, meski sampai sekarang belum ada pernyataan resmi mengenai rencana ini.

Ini sudah pasti sebuah waktu yang sibuk untuk ruang streaming. Disamping dari pengumuman Pandora minggu ini, Amazon akhir-akhir ini meluncurkan Music Unlimited dengan menawarkan akses ke puluhan juta track yang dapat dikurasi dan dipersonalisasi. Layanan baru ini mengenakan biaya US$8 per buan untuk pengguna Prime dan US$10 per bulan untuk yang non-member. Bagi yang memiliki speaker Echo dari Amazon dapat menggunakan layanan ini dengan biaya US$4 per bulannya.

Sebagaimana era streaming sangat besar, Cue kembali ke tema awalnya dengan mengomentari bahwa layanannya akan mengejar orang untuk membayar dan membeli musik yang mereka dengar sebagai bentuk dukungan kepada industri musik saat ini.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda