Selasa, 23 Juli 2019

Music Technology Lifestyle

Agensi Ilmuan Menerjemahkan Fenomena Galaksi Lewat Musik

Penulis :
Jumat, 14/11/2014 11.58.40 | Dibaca: 1669




Agensi Ilmuan Menerjemahkan  Fenomena Galaksi Lewat Musik

http://www.wired.com/


CompusicianNews.com -Sains- Teleskop Atacama Large Milimeter Array atau disingkat ALMA berdiri pada ketinggian 16,570 lali diatas permukaan laut yang berlokasi di padang gurun Atacama di bagian utara Chile. 66 antenanya menatap pada lebarnya ruang galaksi, dengan mengumpulkan cahaya dari alam semesta pada skala gelombang millimeter dan submilimeter. Namun ini adalah teleskop radio, bukan suatu alat optik dan dan kumpulan datanya bukanlah gambar atau foto kilauan objek yang dapat anda lihat dari kaca hubble.

 “Ini semua grafik dan angka,” jelas Masashi Kawamura, pendiri dari PARTY, sebuah agensi ilmuan yang membuat teleskop ALMA dan berbasis di New York City dan Tokyo. Namun, para ilmuan mengalami kesulitan saat menjelaskan ke orang awam mengenai apa yang ALMA ini temukan dan kenapa mereka harus peduli. Tentunya kita harus penduli, Sangat! Karena ini lebih kepada menjawab pertanyaan seperti ‘Bagaimana alam semesta itu terjadi? Berapa besar alam semesta itu? Apakah kebenaran itu ada?’ namun jawaban ini diberikan dalam bentuk yang mentah , datanya terasa dingin dan tidak mudah dipahami, mungkin bukan hal yang rata-rata orang mampu menerima dan membagikannya ke teman-teman saat dalam momen hang out.

Seorang astrofisis di Jepang telah melihat salah satu video musik dan perusahaan dan meminta bantuan untuk menerjemahkan penemuan ALMA kedalam sesuatu yang orang dapat mengerti. Solusi PARTY saat itu mengubah data ALMA kedalam box musik angkasa. Lebih secara spesifiknya lagi, mereka menggunakan data gelombang radio yang dikumpulkan dari R Sculptoris, sebuah bintang merah raksasa yang memiliki cahaya hampir seukuran supernova yaitu 1500 dan membuat cara yang sederhana untuk menerjemahkannya kedalam musik. PARTY secara esensial menulis melodi untuk sebuah bintang.

ALMA mendengarkan radiasi elektromagnetik yang datang dari bintang dan memilah-milah data bersama untuk menggambarkan apa yang terjadi di ruang galaksi. PARTY mengambil data yang terekam dari R Sculptoris dan mempetakannya secara langsung ke disk sirkular yang dapat dimainkan pada box musik symphonium yang dibuat oleh tim PARTY ini. Mereka mengebor lubang pada disk yang dimana menjadi poin untuk sinyal terkuatnya dan yang menetukan juga notasi mana yang dimainkan. “Merupakan tumpukan data scientific,” PARTY telah membuat 70 disc dan digunakan untuk masing masing frekuensi pada data yang dikumpulkan, sehingga ada 70 permutasi dari melodi yang sama.

Dari  sebuah spin yang kecil yang memetik lubang dapat menghasilkan suara yang indah layaknya lagu nina bobok yang keluar dari gantungan keranjang bayi. 

loading...




nilai

Berguna
1


Berita Terkait :

Komentar Anda