Sabtu, 23 September 2017

Music Technology Lifestyle

Mengulas 10 Lagu Dalam Album Terbaru Tulus Bertajuk 'Monokrom'

Penulis :
Sabtu, 20/08/2016 9:00:00 | Dibaca: 938




Mengulas 10 Lagu Dalam Album Terbaru Tulus Bertajuk 'Monokrom'

www.bukalapak.com


Compusiciannews.com - Studio - Setelah dua albumnya diluncurkan, “Tulus” dan “Gajah” kini Muhammad Tulus Rusydi (Tulus) mengeluarkan album terbarunya, Monokrom. Tak berbeda dari dua album sebelumnya, Monokrom menawarkan lirik-lirik puitis, yang sepertinya dapat selalu dikutip seseorang untuk menggambarkan kondisinya. Suara lembutnya membuat pesan mudah sekali masuk ke hati pendengar, dan di saat yang sama, memanjakan telinga mereka.

Jika album pertama, Tulus, dipergunakan untuk memperkenalkan dirinya. Sementara, album Gajah, menawarkan misi baru, yakni cara untuk berkompromi dengan masa lalu.Di album ketiganya, Monokrom, ia ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terus mendukungnya sampai hari ini, setelah lima tahun berkiprah di industri musik Indonesia.

DI Album Monokrom, Tulus dan produsernya mencoba menghadirkan banyak hal baru, termasuk melakukan banyak eksplorasi dari sisi musik. Terdapat 10 lagu di albumnya. Lagu pertama berjudul Manusia Kuat. Melalui Manusia Kuat , Tulus ingin mengajak pendengar menjadi sosok yang lebih kuat, tetap semangat dan pantang menyerang. Apabila dilihat dari sisi musik, ManusiaKuat sangat cocok menjadi pembuka. Ia memiliki hentakan tuts piano yang kuat, mengesankan adanya semangat yang berapi-api. Apalagi, didikung oleh drum dan string section.

Lagu keduanya adalah Pamit. Sebelumnya, lagu ini sudah diperkenalkan ke khalayak sebagai single. Pamir bercerita tentang dua orang yang sudah tidak mungkin lagi disatukan dalam ikatan cinta. Seseorang merasa harus pergi karena sudah tidak ada lagi perbedaan yang bisa dikompromikan sehingga peprisahan adalah satu-satunya jalan. Namun, Tulus mengatakan bahwa keduanya tetap akan menjadi teman terbaik, meski sudah tidak saling memiliki.

Lagu ketiga, Ruang Sendiri, sudah diluncurkan sebagai single kedua. Ruang Sendiri menggambarkan tentang pentingnya jarak, dan pentingnya kerinduan agar hubungan terasa lebih bermakna dan berharga. Lagu ini juga digambarkan melalui gerak tanpa suara oleh artist performance, Melati Suryodarmo. 

Lagu keempat, Tukar Jiwa, tulus menawarkan sesuatu yang berbeda. Ia mencoba menyelami pikiran orang lain melalui pertukaran jiwa. Dengan tukar jiwa, dua manusia menjadi saling memahami karena mereka melihat dari sudut pandang masing-masing orang, yang selama ini tidak pernah merek pahami.

Selain itu,ada juga lagu Tergila-gila, sebuah lagu yang menceritakan tentnag kisah jatuh cinta, yang bisa dialami oleh siapa saja. Di lagu Cahaya, lagi-lagi TUlus menceritakan tentnag sosok yang sedang jatuh cinta dan bisa melakukan apa saja demi perasaannya. Sosok di dalam lagunya, menurut Tulus, memprosisikan diri sebagai sosok yang bersedia melakukan apa pun, selama masih dalam kategori masuk akal. Meski demikian, ia menyebutnya sebagai gombalan proporsional.

Langit Abu-abu sebagai pengisi track ketujuh mirip dengan lagu Sewindu: cerita tentang orang yang ditinggalkan demi orang lain. Lagu selanjutnya, Mahakarya berisi pesan dari orang tua Tulus. Tulus menjelaskan, pesan-pesan dari orang tuanya menjadi tolok ukur baginya dalam berkarya. Seseorang harus senantiasa tidak lekas berpuas diri dan terus bekerja keras, karena hidup tidak digerakan oleh peruntungan.

Di lagu ke delapan, Tulus menceritakan tentang move on, dan bangkit” melalui Lekas. Ia mengatakan, semua orang memang memiliki kesedihan, duka, dan berbagai alasan untuk menangis. Tapi mereka tak boleh meratap lebih larut. Sebab, waktu terlalu berharga untuk dihabiskan dengan meratapi duka.  Monokrom, yang juga diambil sebagai judul album, menjadi pamungkas. Tulus mengenang masa-masa hidupnya lewat foto-foto bernuansa monokromatik.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda