Rabu, 24 Januari 2018

Music Technology Lifestyle

Band Bergenre Nu School Jamaican Asal Semarang Awalai 2018 dengan Single Baru

Penulis :
Jumat, 05/01/2018 09.58.14 | Dibaca: 90




Band Bergenre Nu School Jamaican Asal Semarang Awalai 2018 dengan Single Baru

Dokumentasi Weekenders Agogo


Compusiciannews.com -Komunitas- Memasuki awal 2018, Weekenders Agogo merilis single dan klip video berjudul Gadis Pembenci Hujan. Lagu ini merupakan amunisi keempat yang dilontarkan oleh grup asal Semarang sejak terbentuk pada pertengahan 2016 lalu. Hal ini berarti, hingga kini grup yang mengaku memainkan bunyi-bunyian ala nu school jamaican tersebut telah merilis single sekaligus klip video yang masing-masing berjudul Aku, Kau, & Pagi, Senyumkan Dunia, Stasiun Kota (bonus track), dan yang pasti Gadis Pembenci Hujan.

Weekenders Agogo yang diperkuat Adit (vokal), Ijan dan Farras (rap), Kun (gitar), Lutfan (bas), Benjis (kibor), Jomes (trumpet), Refi (saxofon), Cipo (trombon), dan Bayu (dram) pun memiliki konsep tersendiri sebelum benar-benar merilis album penuh atau album mini. Padahal, sebenarnya empat lagu saja sudah cukup bagi Weekenders Agogo jika ingin merilis album (mini) perdana. Namun, tentu mereka punya alasan lain di balik pemberlakuan konsep tersebut.

“Kami punya konsep, setiap tiga bulan sekali merilis single sekaligus klip videonya. Nah, karena salah perhitungan, Stasiun Kota kami jadikan bonus saja, agar Gadis Pembenci Hujan ini bisa dirilis pada awal tahun,” ujar Adit.

Menurut mereka, Gadis Pembenci Hujan adalah ode patah hati seperti halnya lagu-lagu cinta yang ringan dan mudah ditebak alurnya. Melalui lagu ini, Weekenders Agogo bercerita tentang seorang gadis yang mengalami trauma berlatar belakang cinta. “Lalu ya begitulah, setiap ada laki-laki dengan gestur yang tampak ingin mendekati atau semacamnya, gadis itu justru menutup diri,” tambah Bayu.

Namun, tak ingin melulu menyuguhkan hal-hal cengeng di dalam Gadis Pembenci Hujan, Weekenders Agogo pun menyelipkan pesan ke dalam bridge lagu. Bagi mereka—tentunya semua orang—cinta merupakan hal yang patut dirasakan oleh segenap makhluk hidup. “Kenapa sih, kita—misalkan mengalami trauma sejenis—nggak bisa berdamai dengan masa lalu? Ya, meskipun sulit keluar dari trauma, bukankah cinta merupakan anugerah? Kita pun berhak mendapatkannya,” kata Adit.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda